oleh

Polemik Bursa Ketua Umum PPP: Rommy Vs Pengurus Daerah, Nama-Nama Eksternal Mulai Bermunculan

PATRAINDONESIA.COM (Tangerang) – Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Oktober 2025, dinamika politik di internal partai PPP semakin memanas. Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (Rommy), berada di tengah pusaran polemik dengan sejumlah pengurus daerah yang menginginkan perubahan kepemimpinan.

Rommy mengungkapkan bahwa delapan nama telah muncul dalam bursa calon Ketua Umum PPP, terdiri dari tiga nama dari internal partai dan lima nama dari eksternal. Hal ini diketahui dari pernyataannya dibeberapa media massa.

“PPP perlu energi baru, bukan sekadar berjalan, tetapi melompat mengatasi tantangan menuju Senayan 2029,” ujar Rommy dalam pernyataannya yang dikutip dari pojoksatu.id.

Ada dari kalangan internal PPP, beberapa nama yang ditengarai masuk dalam bursa calon Ketua Umum adalah:

– Muhammad Mardiono (Plt Ketua Umum PPP)

– Muhammad Romahurmuziy (Rommy)

– Sandiaga Salahuddin Uno (Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

– Amir Uskara (Wakil Ketua Umum PPP)

– Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah)

Sementara itu, dari pihak eksternal, muncul beberapa nama yang mulai diperhitungkan sebagai calon Ketua Umum PPP yaitu:

– Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman (Mantan KSAD)

– Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (Menteri Sosial)

– Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian)

– Agus Suparmanto (Mantan Menteri Perdagangan)

– Arsjad Rasjid (Ketua KADIN Indonesia)

Polemik semakin meruncing ketika sejumlah pengurus daerah mendesak agar Muktamar PPP dipercepat, mengingat partai saat ini masih dipimpin oleh Plt Ketua Umum Mardiono.

“PPP harus segera memilih Ketua Umum definitif agar memiliki waktu cukup untuk persiapan Pemilu 2029,” ujar salah satu pengurus daerah.

Di sisi lain, beberapa elite partai justru mendorong figur eksternal untuk memimpin PPP, dengan harapan dapat membawa partai kembali ke Senayan setelah gagal lolos ke parlemen dalam Pemilu 2024.

“Hanya figur dari luar yang masih ada harapan untuk bisa membawa PPP kembali ke Parlemen,” ujar Syaifullah Tamliha, politikus senior PPP dalam keterangan yang dilansir dari artikel law-justice.co.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan masuknya tokoh eksternal. Ketua DPC PPP Jakarta Pusat, Dadya Manggala, menilai bahwa PPP harus tetap dipimpin oleh kader internal yang memahami nilai-nilai partai secara utuh. Hal ini terungkap dalam statemennya di beritasatu.com

“Kenapa elite sibuk menawarkan PPP ke luar? Seakan PPP ini partai murah. Fokuslah pada kebangkitan partai, bukan buka lapak cari ketum,” tegasnya.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, Muktamar PPP 2025 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan sengit antara kader internal dan tokoh eksternal. Apakah PPP akan tetap mempertahankan kepemimpinan dari dalam, atau justru memilih figur baru dari luar untuk membawa partai kembali berjaya?

(Guskur/Red/PI)

 

Loading