Justice Peace Integrity Creation (CPIC) Kalimantan Komitmen Daulatkan dan Pertahankan Pangan Lokal 

Daerah189 Dilihat

PATRAIMDONESIA.COM (Tamiang Layang) Komunitas Justice Peace Integrity Creation (JPIC) Kalimantan, Wilayah Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) laksanakan diskusi dan pertemuan komunitas yang dipusatkan di Desa Matarah, Kecamatan Dusun Timur, Jumat (23/1/2026).

Dari Pantauan Media Online Patraindonesia.com, selain Komunitas JPIC tampak juga hadir dari Amerika Mr. Markus dan Mr. Jefri sebagai Lembaga Rekanan/Mitra dari Justice Peace Integrity Creation.

Koordinator Justice Peace Integrity Creation (JPIC) Wilayah Kabupaten Barito Timur Dita Wati usai diskusi menyampaikan bahwa tujuan diskusi tadi untuk mengingatkan kembali bahwa ketahanan pangan lokal yang berasal dari bumi dan alam harus didaulat dan dipertahankan.

“Kegiatan hari ini dihadiri 9 komunitas yang menyebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Barito Timur, dan tadi ada pameran pangan lokal dan bibit lokal ” terang Dita Wati didampingi Mr. Markus dan Mr. Jefi.

Lanjutnya lagi tujuan utama dari kegiatan ini agar para Komunitas yang sudah mendapatkan dampingan dari Justice Peace Integrity Creation (JPIC) agar bisa berdaulat dan sekaligus mempertahankan pangan lokal, termasuk bibit – bibit lokal, karena kalau bibit lokal tidak dijaga maka bisa jadi dua atau tiga tahun kedepan pangan lokal bisa musnah termasuk juga lahannya harus dijaga.

” Diharapkan kepada Komunitas yang menjadi dampingan Justice Peace Integrity Creation agar mereka bisa bekerja sama dengan JPIC dan mempertahankan bibit dan pangan lokal supaya jangan sampai punah, karena sesungguhnya pangan lokal itu sehat serta tidak terkontaminasi dari kimia dan lebih pada organik,” ujar Dita Wati.

Ia juga berharap bagi perusahaan yang melakukan aktivitas disekitar komunitas dampingan Justice Peace Integrity Creation agar selalu bekerja sama yang baik sehingga ada timbal balik, yang saling menguntungkan .

” Rekomendasi kami dari Justice Peace Integrity Creation kepada pihak Komunitas agar tetap mempertahankan pangan lokal dan kepada perusahaan yang beroperasi disekitarannya agar bisa bekerja sama yang baik, dan ada timbal balik, misalnya perusahaan bisa menyalurkan Corporate Social Responsibility dan melaksanakan kewajiban lain berdasarkan peraturan dan perundangan- undangan yang berlaku,” tutup Dita Wati (Mardianto/Red/Pi)

Loading