Hisam Wibowo Akan Mulai dengan Pemetaan dan Konsolidasi Usai Dilantik Menjadi Kalapas Palangka Raya

Daerah135 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

 

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya yang baru dilantik, Hisam Wibowo, mengatakan langkah awal yang akan ditempuh setelah resmi menjabat adalah melakukan pemetaan dan konsolidasi internal untuk mengetahui kondisi nyata di lapas. Pernyataan itu disampaikan usai prosesi pelantikan, Rabu (1/10/2025).

 

“Langkah pertama yang saya lakukan adalah pemetaan dan konsultasi bersama rekan-rekan di Lapas Palangka Raya. Setelah itu baru kami merumuskan langkah-langkah strategis. Penting bagi kami mengenali persoalan di dalam, di mana kegagalannya, dan tindakan apa yang perlu diambil,” kata Hisam kepada wartawan.

 

Hisam memperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu untuk menyelesaikan pemetaan awal. Ia menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sesungguhnya. “Saya akan masuk, melihat bagaimana kita lakukan. Tanpa memahami masalah secara menyeluruh, mustahil menyelesaikannya dengan baik,” ujarnya.

 

Salah satu prioritas yang akan diberi perhatian adalah penegakan integritas petugas. Hisam menyatakan pimpinan harus memberi teladan sehingga perilaku anggota di lapangan terjaga. “Sebagai pimpinan, saya bersama Kepala Pengamanan Lapas harus menjadi role model: tidak melakukan pelanggaran dan menjalankan tugas dengan benar. Sikap pimpinan sangat memengaruhi perilaku anggota,” tegasnya.

 

Selain fokus internal, Hisam juga menyampaikan akan memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan eksternal. Ia menyebut pihaknya akan menjalin sinergi dengan BNN, Kodim, serta aparat terkait lainnya untuk mendukung tugas pengamanan dan pembinaan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri; dukungan stakeholder mutlak diperlukan,” katanya.

 

Terkait penanganan warga binaan yang potensial menimbulkan kendala pembinaan, Hisam memastikan setiap langkah akan melalui mekanisme asesmen dan koordinasi dengan pimpinan. “Jika ada oknum binaan yang benar-benar tidak bisa dibina, kami akan koordinasi dengan pimpinan, termasuk Kakanwil atau Dirjen, untuk langkah selanjutnya. Mutasi atau pemindahan tidak bisa serta-merta; harus melalui asesmen agar tidak menimbulkan masalah baru,” paparnya.

 

Hisam juga membuka ruang dialog dengan media sebagai mitra dalam pengawasan dan perbaikan layanan pemasyarakatan. Ia meminta wartawan mengonfirmasi informasi sebelum dipublikasikan sehingga masukan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti secara tepat. “Media sering melihat hal yang tak tampak oleh kami. Masukan itu sangat berharga dan akan kami tindaklanjuti,” kata Hisam.

 

Pelantikan dan perintah kerja awal ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi di Lapas Kelas IIA Palangka Raya demi peningkatan pelayanan dan pengamanan yang berkelanjutan. (*)

 

Loading