Enam Belas Orang Tewas Akibat Longsor di Desa Kasimpar, Pekalongan

Bencana354 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pekalongan) – Enam belas orang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Longsor menimbun 2 unit rumah dan menyeret beberapa kendaraan yang sedang melintas di wilayah tersebut, pada Senin (20/01/2025) pukul 17.30 waktu setempat.

Hingga hari ini, Selasa (21/1/2025) pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan mengingat masih ada 3 orang yang dilaporkan hilang.

Selain korban jiwa, Longsor juga menyebabkan 10 orang luka-luka yang segera dirujuk ke Puskesmas dan RSUD terdekat. Tidak hanya itu, peristiwa tersebut juga menyebabkan 2 unit jembatan rusak.

Selain longsor, banjir bandang juga menerjang wilayah tersebut pasca hujan deras yang mengguyur. Kerugian akibat banjir bandang

Enam Belas Orang Tewas Akibat Longsor di Desa Kasimpar, Pekalongan

Pekalongan, Jawa Tengah – Sebanyak enam belas orang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 20 Januari 2025, sekitar pukul 17.30 waktu setempat, ketika longsor menimpa dua unit rumah dan menghanyutkan beberapa kendaraan yang sedang melintas.

Hingga Selasa, 21 Januari 2025, pencarian korban yang dilakukan oleh tim gabungan masih terus berlanjut, mengingat masih ada tiga orang yang dilaporkan hilang. Selain korban jiwa, longsor ini juga menyebabkan sepuluh orang luka-luka, yang segera dirujuk ke Puskesmas dan RSUD terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, di antaranya dua unit jembatan yang rusak akibat tertimbun material longsor. Selain itu, banjir bandang juga menerjang wilayah tersebut setelah hujan deras yang mengguyur kawasan itu, menyebabkan kerugian material yang masih dalam tahap pendataan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam lanjutan di wilayah tersebut, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.(Ikhwanudin/Red/PI).

Loading