Ditjenpas Kalteng dan Lapas Sukamara Gelar Panen Jagung dan Cabai

Daerah, Ekonomi468 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri acara panen jagung dan cabai di Lapas Kelas III Sukamara pada Rabu, 12 Maret 2025. Acara tersebut merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah serta mendukung Asta Cita Presiden RI dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sukamara, Masduki, Wakil Bupati Sukamara, Nur Efendi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukamara. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, I Putu Murdiana memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Lapas Kelas III Sukamara dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Program pertanian di Lapas ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.

I Putu Murdiana juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pemasyarakatan yang produktif dan inovatif. “Kami berharap program ini dapat terus berkembang, bahkan diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak agar hasilnya semakin optimal,” tambahnya.

Bupati Sukamara, Masduki, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah kami. Kami akan terus mendukung program ini dan siap memberikan pendampingan serta fasilitasi agar semakin berkembang,” ungkap Masduki.

Selain panen raya, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas III Sukamara dengan pihak terkait. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan program pertanian di dalam Lapas, termasuk dalam hal penyediaan bibit, pendampingan teknis, serta pemasaran hasil panen.

I Putu Murdiana berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi Lapas lainnya dalam mengelola lahan secara produktif. “Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan pertanian sebagai bekal mereka di masa depan,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan keterampilan warga binaan dan mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional. (*).

Loading