Deteksi Stroke Sejak Dini, Program DESA FAST Sasar 4 Titik di Desa Mojoparon Pasuruan

Daerah, Patra Daerah304 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pasuruan) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) melalui Kelompok Riset- Pengabdian Masyarakat (KeRis-DiMas) GARUDA terus menggulirkan “Program Desa Mandiri Sehat Pemberdayaan Masyarakat melalui DESA FAST Metode Deteksi Dini Serangan Stroke” di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Selasa (18/08/2026).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 5 Agustus 2026 ini menyasar edukasi, pelatihan kader, hingga skrining kesehatan gratis untuk menekan angka kecacatan dan kematian akibat stroke.

Pengenalan Deteksi Dini Stroke Berbasis AI, dilaksanakan di Posyandu Kamboja V, Dusun Balungparen pada 14 Juli 2026, warga dikenalkan inovasi deteksi dini stroke berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu mengenali gejala secara cepat.

Selain itu masyarakat juga diedukasi tentang metode BE-FAST: Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time. Dilanjutkan skrining tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Ketua pelaksana, Ida Zuhroidah, S.Kep., Ns., M.Kes., menjelaskan tujuannya mendekatkan teknologi ke masyarakat. “Stroke sering datang tanpa diduga, tetapi risikonya dapat dikurangi apabila masyarakat mampu mengenali gejala sejak awal. Melalui DESA FAST kami ingin masyarakat lebih siap dan peduli,” ujarnya.

Ketua PKK Desa Mojoparon, Nur Azizah, mengapresiasi kegiatan ini. Selama ini warga tahu stroke berbahaya tapi belum paham tanda awalnya.

“Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Sedangkan pada 16 Juli 2026, giliran warga Dusun Badong mendapat edukasi penyakit Degeneratif di Posyandu Kamboja III. Materi difokuskan pada penyakit seperti Hipertensi, Diabetes dan Dislipidemia, sebagai faktor resiko utama stroke

Pada kesempatan tersebut, hadir Kepala Desa (Kades) Mojoparon Moh. Soleh, perangkat desa, kader, bidan desa, dan Ketua PKK.

“Kesehatan masyarakat adalah investasi terbesar bagi kemajuan desa. Kami berharap budaya hidup sehat semakin tumbuh di Mojoparon,” ujar Moh. Soleh.

Sedikit menambahkan, Kader kesehatan Sri Astutik mengatakan, dengan pemeriksaan langsung dan penjelasan mudah, warga jadi lebih sadar pentingnya rutin cek kesehatan.

Pada pelatihan selanjutnya Sabtu (25/07/2026) diadakan Pelatihan Kader Jadi Edukator DESA FAST bertempat di WGR Desa Mojoparon, diikuti 50 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, bidan desa, anggota dan Ketua PKK. Mereka dipersiapkan menjadi edukator yang mampu mengenalkan tanda awal stroke melalui metode FAST: Face, Arm, Speech, Time.

Ida Zuhroidah menjelaskan. Disini pelatihan dikemas interaktif dengan diskusi dan simulasi. Kader, bidan, dan ibu PKK adalah mitra dekat masyarakat.

“Kami ingin memperkuat kapasitas mereka sebagai agen edukasi,” jelas Ida Zuhroidah.

Ketua Kader Hj. Masruroh mengaku lebih percaya diri. “Pada pelatihan ini, materi mudah dipahami dan sesuai kondisi di lapangan. Kami bersama-sama siap menyampaikan ke warga melalui posyandu,” katanya.

Selanjutnya pada Selasa (4/08/2026), tepat di Posyandu Kamboja I diberikan edukasi tentang Penguatan Pola Hidup Sehat meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Disertai skrining faktor risiko bagi 25 peserta kader, masyarakat, Ketua PKK, dan bidan desa.

Sebagai warga Desa Mojoparon, Ismirah merasa Kegiatan ini sangat membantu. Selain mendapat ilmu, kami juga bisa cek kesehatan gratis dan program ini berkelanjutan. Dan ditambahkan oleh kader PKK desa, Nur Azizah akan kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesehatan keluarga di desa.

Dan, pada Rabu (5/08/2026), dalam upaya pencegahan stroke dan penanganan dini Tim KeRis-DiMas GARUDA menggelar pelatihan pengambilan keputusan cepat pada Golden Period dan simulasi kasus kegawatdaruratan stroke di tingkat keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Kamboja II diikuti 25 peserta dari warga Dusun Badong, kadernya, Ketua PKK, bidan desa, dan pihak Puskesmas serta mahasiswa juga terlibat sebagai tim pelaksana.

Materi meliputi pelatihan pengambilan keputusan cepat dan simulasi kasus, dilengkapi skrining tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Kader kesehatan, Ani Wahyu menyampaikan pelatihan ini meningkatkan kesiapsiagaan. Kami jadi lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat seperti stroke, karena sudah memahami langkah yang harus dilakukan.

Sementara, salah seorang mahasiswa Universitas Jember, Radita Nilna Salsabila mengaku mendapat pengalaman nyata dan terlibat langsung dalam edukasi ke masyarakat, sekaligus memahami kondisi lapangan.

Ketua Kader Kesehatan Desa Mojoparon, Hj. Lailatul Masruroh menyampaikan dukungan penuh terhadap pelatihan ini dan sangat penting karena keluarga adalah garda terdepan dalam penanganan awal stroke.

“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan,” ucapnya.

Disampaikan juga oleh salah seorang perwakilan warga setempat bernama Nanik, bahwa dirinya dan warga lain merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi tahu tanda-tanda stroke dan apa yang harus dilakukan dengan cepat. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” papar Nanik.

Ditambahkan sedikit oleh Dosen sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Ida Zuhroidah “Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sigap dalam mengenali dan merespons tanda-tanda stroke sejak dini,” pungkasnya.

Melalui 5 rangkaian kegiatan ini, KERIS GARUDA bersama Pemerintah Desa Mojoparon berharap kader, bidan, dan PKK menjadi penggerak edukasi kesehatan. Dengan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko, diharapkan Desa Mojoparon menjadi desa yang lebih sehat, tanggap, dan mandiri dalam mencegah stroke.

(AK/Red/PI)

Loading