Aksi Demo Frontal Jatim, Penuhi Tuntutan atau Kami Bertahan

Patra News159 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Surabaya) – Ribuan driver ojol yang tergabung di Frontal Jawa Timur tumpah ruah di depan Dinas Perhubungan Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Raya A.Yani Surabaya. Mereka turun ke jalan menuntut perbaikan tarif.

Kehadiran para driver ojol disambut dan ditemui serta direspon dengan baik oleh pihak pejabat dishub Jawa Timur. Mereka sampaikan agar rekan-rekan tertib dalam aksi. Kamis (24/3/2022)

Jalanan Kota Surabaya berwarna hijau saat dilihat dari jembatan penyeberangan depan kantor Pertanian Surabaya. Hal tersebut menyita perhatian warga dan pengguna jalan tersebut.

Pras dari kantor Bulog mengatakan, mereka terlihat tertib dan tidak anarkis. Kalau hal tersebut memang harus diperjuangkan ya diperjuangkan karena ini hak mereka.

“Dan saya baru melihat ribuan unjuk rasa ojol dan baru kali ke 4 dalam Frontal ini yang banyak dihadiri peserta dari seluruh penjuru Jatim,” ucap Pras.

AKBP Hartoyo, Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, yang penting aksinya tertib dan mematuhi aturan yang berlaku. Kami dari jajaran kepolisian akan mengawalnya.

“Menyampaikan pendapat dimuka umum dilindungi undang-undang tentunya dengan cara yang baik dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan,” ujar Hartoyo

YS Widada, selaku penasehat Patra Indonesia mengatakan aksi yang terjadi karena aspirasi ojol secara nasional selama ini tidak direspon dengan baik oleh para stake holder, maka terpaksa ojol kembali unjuk aksi.

“Para stake holder, terutama pemerintah dan aplikator hendaknya merespon hal ini. Para driver ini punya hak untuk didengar aspirasinya. Sebaliknya, aplikator dan pemerintah punya hak untuk mendengar,” kata YS Widada, penasehat Patra Indonesia melalui sambungan WA.

“Yang panting sampaikan aspirasi dengan tertib, elegan dan cerdas. Hindari kecerobohan dan kericuhan dalam aksi demonstrasi, ” pungkasnya

Sampai dengan berita diturunkan peserta aksi masih bertahan di lokasi depan kantor Dishub Surabaya jalan A. Yani . Peserta aksi menunggu sampai tuntutan yang mereka utarakan mendapatkan jawaban (Andi/Red/PI)

Loading

1 komentar

Komentar ditutup.