PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Perayaan ulang tahun komunitas ojek online Driver Legend Indonesia (DLI) tahun ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul para anggotanya. Memasuki usia ke-7, komunitas yang dikenal dengan nama Legend itu memilih mengisinya dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
Kegiatan bertajuk “Berbagi Kasih, Menggapai Mimpi” tersebut digelar di Gedung Sangkrini, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu, 26 September 2026. Salah satu agenda utamanya adalah pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dari keluarga ojol.
Rangkaian acara dikemas dalam bentuk tasyakuran. Selain santunan, panitia menghadirkan tausiyah dan pertunjukan hadroh sebagai bagian dari perayaan Milad ke-7 tersebut.
Ketua panitia, Fitriah Amelia atau Vivi, mengatakan kegiatan itu merupakan cara Legend menumbuhkan rasa empati di tengah kondisi para pengemudi ojol yang tidak selalu mudah.
“Ya, lewat acara Tasyakuran ke 7 tahun Legend ini kami ingin mencoba menanamkan empati dan kepedulian kita bersama terhadap anak-anak Yatim Piatu, khususnya yg ada di sekitar kita. Meskipun kehidupan di ojol ini terbilang berat dan sulit, namun tetap kita sempatkan untuk menyisihkan rezeki dari penghasilan kita sebagai ojol untuk anak-anak Yatim Piatu karena menyantuni anak Yatim Piatu adalah tugas dan kewajiban kita bersama” Ujar sang Ketua panitia acara, Fitriah Amelia atau yang akrab disapa Vivi menjelaskan.
Mengubah wajah perayaan Milad
Ketua Umum Legend Rusdy Alsaery mengatakan pilihan untuk mengedepankan kegiatan sosial tidak terlepas dari perjalanan komunitas yang kini telah memasuki tahun ketujuh. Menurut dia, semakin bertambahnya usia komunitas juga diharapkan diikuti dengan kematangan sikap para anggotanya.
“Dalam perayaan Milad ke 7 tahun ini kami (Legend) ingin tampil beda, dari yang biasanya. Jika biasanya acara-acara perayaan Anniversary itu bernuansa pesta, hura-hura dan mabuk-mabukan, kini kami mencoba untuk lebih ke arah sosial, religius dan bermanfaat bagi sesama, tentunya hal ini tak lepas dari seiring semakin matangnya usia para punggawa Legend, saya berharap kami (Legend) bisa semakin bijak dan dewasa dalam menyikapi kehidupan ini” Ujar Rusdy Alsaery Ketua Umum Legend menambahkan.
Pilihan konsep tersebut membuat perayaan Milad Legend tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan internal komunitas. Unsur sosial ditempatkan sebagai bagian penting dalam agenda perayaan.
Food Fiesta dan jajanan kaki lima
Ada pula konsep lain yang diperkenalkan Legend dalam perayaan tersebut. Komunitas ini menghadirkan “Legend Food Fiesta”, yakni konsep yang memadukan kegiatan amal dengan sajian makanan gratis bergaya jajanan kaki lima.
Pembina Utama Legend, Kangmas Lutfi, mengatakan Food Fiesta menjadi bagian dari upaya menghadirkan bentuk perayaan yang berbeda.
“Daripada hura-hura yg unfaedah, lebih baik kita beramal dan menikmati jajanan ala kaki lima bersama kami disini dengan “Legend Food Fiesta”, suatu konsep acara Milad yang belum pernah ada di ojol yang menggabungkan acara Charity (amal) dengan konsep jajanan gratis ala kaki lima seperti Es Selendang Mayang, Siomay, Bakso dll yang tersedia di gubuk-gubuk jajanan yang kami sediakan” Urai Kangmas Lutfi selaku Pembina Utama Legend.
Pengunjung dapat menikmati sejumlah jajanan yang disediakan di lokasi acara, seperti es selendang mayang, siomay, dan bakso. Konsep tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang menggabungkan unsur sosial dan hiburan.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Legend M. Yunus Ranadona melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses perubahan komunitas. Ia mengatakan Food Fiesta juga diarahkan untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM.
“Semuanya proses ya, proses kedewasaan dan kematangan diri Legend untuk mengubah diri kami menjadi lebih baik lagi. Konsep Food Fiesta yang kita tampilkan ini mencoba membantu memberdayakan serta mengangkat semangat UMKM yang selama ini menjadi salah satu faktor penggerak roda perekonomian kita sehari-hari” Ujar Yunus menambahkan.
Dengan konsep tersebut, Milad ke-7 Legend mempertemukan beberapa agenda sekaligus, mulai dari kegiatan keagamaan, santunan anak yatim, hiburan hingga sajian makanan gratis. Perayaan itu menjadi momentum bagi komunitas untuk memperkuat kegiatan sosial sekaligus melibatkan pelaku UMKM dalam rangkaian acara.
![]()







