5 Orang Tewas dalam Kecelakaan CR-V Tabrak Truk di Tol Malang-Pandaan

Patra Daerah430 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pasuruan) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 72 Jalan Tol Malang–Pandaan arah Surabaya, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam insiden tersebut melibatkan mobil Honda CR-V putih dan truk bak, serta menewaskan 5 orang.

Berdasarkan data awal, CR-V tersebut membawa 9 penumpang. 4 orang meninggal di lokasi kejadian, dan 1 orang lainnya meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit serta beberapa penumpang lain mengalami luka berat.

Panit PJR Jatim 4 Ruas Tol Pasuruan–Probolinggo, Ipda Firman, mengatakan CR-V melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Diduga pengemudi kehilangan konsentrasi hingga kendaraan keluar ke bahu jalan, menabrak guardrail, lalu menabrak bagian belakang truk bak yang terparkir di bahu jalan.

“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP,” ujar Ipda Firman, dan penanganan kasus dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan.

Dalam penanganan laka lantas tersebut, petugas gabungan mengevakuasi seluruh korban ke 3 rumah sakit berbeda, diantaranya :

– RS Bhayangkara Porong : Jenazah korban meninggal, termasuk pengemudi berinisial I (37), warga Sukodono V, Surabaya.

– RS Mitra Sehat Medika Pandaan : Balita WPP (2) dinyatakan meninggal. Korban luka berat QJ (8), UH (19), dan WPC (2), semuanya warga Sukodono V, Surabaya.

– RSUD Bangil : Z (12), warga Sukodono IV, Surabaya, dirawat karena luka berat.

Sedangkan untuk kondisi korban luka masih dipantau intensif oleh tim medis.

Pada penyelidikan sementara tujuan rombongan. Polisi menyebut CR-V tersebut bagian dari rombongan 3 kendaraan yang melaju dari arah Malang ke Surabaya. Namun hubungan antar penumpang dan tujuan perjalanan masih didalami.

“Belum bisa dipastikan apakah mereka satu keluarga atau baru selesai dari kegiatan tertentu,” jelas Ipda Firman.

Selama evakuasi, arus lalin di ruas tol tetap berjalan dengan sistem buka-tutup satu lajur cepat. Kendaraan tetap bisa melintas meski terjadi perlambatan.

Polisi mengimbau pengendara untuk menjaga konsentrasi, memastikan kondisi fisik prima, dan tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Hasil penyelidikan resmi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan di jalan tol.

(AK, Red, PI)

 

–

Loading