Sandri Rumanama Soroti Kinerja Polri Sepanjang 2025, dari Keamanan Siber hingga Ketahanan Pangan

TNI-POLRI363 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM, (JAKARTA) – Aktivis nasional Sandri Rumanama mempublikasikan hasil kajian lembaganya mengenai kinerja Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025. Kajian tersebut menyoroti kinerja Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai menunjukkan deretan capaian penting di berbagai sektor.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada media di Jakarta pada Sabtu, 27 Desember 2025, Sandri menyebut bahwa evaluasi dilakukan melalui telaah data dan analisis kebijakan Polri selama satu tahun terakhir.

“Dalam periode sejak Januari hingga Desember 2025 ini, Polri menunjukan kinerja positif dan capain sangat baik di berbagai bidang,” kata Sandri Rumanama.

Sebagai Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri menjelaskan bahwa kajian tersebut memotret sejumlah program yang berjalan di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan.

“Kami sudah lakukan kajian dan analisis mendalam, sehingga bisa menyimpulkan bahwa kinerja Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit sangat luar biasa banyak,” ujarnya.

Menurut Sandri, dinamika program Polri pada 2025 tampak selaras dengan arah kebijakan Polri Presisi. Ia menilai Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

“Bisa kami katakan bahwa Polri lebih banyak berbuat, lebih banyak mendengar, dan lebih banyak memberi solusi atas persoalan di masyarakat. Itu hasil kajian yang kami lakukan selama ini,” kata Sandri.

Ia menambahkan, rangkuman berikut hanya sebagian kecil dari daftar panjang capaian yang tercatat dalam laporan evaluasi tahunannya.

Bidang Keamanan dan Kamtibmas

Menurut Sandri, salah satu capaian yang menonjol adalah ketiadaan aksi teror sepanjang periode evaluasi.

“Sudah tidak pernah lagi kita lihat terorisme di masa Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Itu nyata prestasi Polri,” kata Sandri.

Selain itu, dalam Operasi Ketupat 2025, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 31,43 persen, serta penurunan tingkat fatalitas hingga 53,42 persen.

Di sisi lain, 13.438 pelaku premanisme disebut berhasil diamankan dan dibina.

Penegakan Hukum

Dalam bidang penindakan kriminal, Sandri memaparkan hasil kajian lembaganya:

  • 23.456 perkara kejahatan ditangani, dengan nilai barang bukti sekitar Rp6,97 triliun.
  • 1.297 perkara judi online ditindak, dengan barang bukti senilai Rp922,53 miliar.
  • 325 kampung narkoba teridentifikasi, dan 145 wilayah di antaranya diubah menjadi kampung bebas narkoba.
  • 13 perkara tindak pidana perdagangan orang diproses, dengan aset bernilai Rp1,8 triliun.

Program Ketahanan Pangan

Dalam catatan kajian HAI, Polri juga terlibat dalam program sosial dan pangan nasional:

  • Pendirian 139 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan sekitar 430.000 penerima manfaat.
  • Penanaman jagung di lahan seluas 429.000 hektare.
  • Panen raya jagung serentak pada kuartal I–II 2025 dengan hasil sekitar 2,08–2,5 juta ton.

Penguatan Siber dan Layanan Publik

Sandri mencatat langkah-langkah reformasi kelembagaan dan penguatan teknologi informasi:

  • Pembentukan Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) serta satgas optimalisasi penerimaan negara.
  • Pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA–PPO) di Bareskrim Polri.
  • Pengembangan Super Apps Presisi serta Command Center sebagai instrumen pelayanan publik.

Peran Internasional & Kemanusiaan

Dalam ranah kerja sama global, Polri juga disebut menjalankan misi lintas negara serta mempersiapkan pusat misi internasional kawasan Asia Tenggara di Tangerang Selatan.

Sandri menegaskan, keseluruhan capaian tersebut hanya sebagian dari catatan evaluasi.

“Secara garis besarnya saja, bisa kita sampaikan sebagai berikut,” kata Sandri Rumanama.

Loading