PATRAINDONESIA.COM (Cilacap) – Pemerintah daerah memastikan seluruh hak keluarga korban bencana longsor Majenang akan dituntaskan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap dalam kunjungan lapangannya, menegaskan bahwa pemerintah daerah bekerja bersama pemerintah pusat dan provinsi untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada para penyintas.
Tahap relokasi mulai disiapkan. Tim geologi dijadwalkan turun pada Minggu (23/11) untuk melakukan kajian selama lima hari. Relokasi diprioritaskan bagi 16 rumah yang terdampak langsung bencana. Sementara itu, hunian sementara telah disiapkan di Dusun Margasari, Desa Jenang, Kecamatan Majenang.
“Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Bupati.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah juga merencanakan pembangunan monumen di lokasi bencana. Monumen tersebut akan memuat nama seluruh 23 korban, termasuk korban yang hingga kini belum ditemukan.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak warga tetap menjaga koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan keamanan wilayah pascabencana.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas keikhlasan dan gotong royong semua pihak. Mohon maaf apabila ada kekurangan selama penanganan bencana ini,” pungkasnya. (Wawan/Red/PI)
![]()

