Ketua YLPK Minta Transparansi dalam Perekrutan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang

Daerah, Ekonomi353 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tangerang) — Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Handaini, Aris Purnomo Hadi, SH. MH, melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan hibah pembangunan PasarAnyar yang berasal dari pemerintah pusat senilai Rp132.621.441.185.

Menurut Aris, hibah fantastis tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tangerang, bukan sekadar proyek fisik tanpa dampak nyata bagi pedagang dan konsumen.

Aris menekankan bahwa pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Ia mengingatkan bahwa hibah tersebut seharusnya digunakan untuk membangun sistem perdagangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Anggaran sebesar itu bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton pembangunan yang tidak menyentuh kebutuhan mereka,” ujar Aris.

Dalam kritiknya, Aris juga menyoroti proses pemilihan Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang yang menurutnya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menolak keras praktik penunjukan berdasarkan kedekatan pribadi atau kepentingan partai politik. “Pasar bukan alat politik. Walikota harus memilih pemimpin pasar yang punya kompetensi, bukan sekadar loyalitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini Perumda Pasar kerap mengalami kerugian setiap tahun, yang menunjukkan lemahnya tata kelola dan visi bisnis.

Menurut Aris, sudah saatnya pasar dikelola oleh figur yang memahami dinamika perdagangan modern, digitalisasi, dan pemberdayaan UMKM. “Kita butuh Dirut yang bisa menjadikan pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, bukan beban APBD,” katanya.

Aris menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan dan pemilihan pimpinan Perumda Pasar. “Konsumen dan pedagang punya hak untuk tahu dan bersuara. Jangan biarkan pasar dikelola tanpa arah dan tanpa suara rakyat,” pungkasnya. (Guskur/PI/Red)

Loading