Tragedi Sungai Sabu: Korban yang Hanyut Ditemukan Meninggal di Tepi Pantai Ciligi

Patra News, Peristiwa689 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Mahasiswa Institut Maritim Prasetiya Mandiri yang sebelumnya tenggelam dan hilang di Sungai Sabu ditemukan meninggal dunia di Tepi Pantai Ciligi.

Korban yang diketahui bernama Dedi, ditemukan oleh masyarakat Desa Batu Menyan pada Selasa (25/02/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Jenazah ditemukan berjarak sekitar 2 km dari lokasi kejadian dalam keadaan tengkurap. Penemuan ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban yang sebelumnya sudah merasa kehilangan dua mahasiswa lainnya.

Kejadian tragis ini bermula pada Senin, 24 Februari 2025, sekitar pukul 15.10 WIB, saat enam mahasiswa yang baru saja menyelesaikan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran berangkat ke Sungai Sabu yang berada di desa Batu Menyan.

BACA JUGA | https://patraindonesia.com/tragedi-hari-terakhir-kkn-universitas-maritim-tiga-mahasiswa-universitas-maritim-tenggelam-di-sungai-sabu/

Mereka yang terdiri dari enam orang mahasiswa ini berangkat menuju sungai untuk mandi dan melepas perpisahan setelah beberapa minggu melaksanakan kegiatan KKN di desa tersebut. Pada saat itu, cuaca di sekitar Sungai Sabu mulai mendung, dan meskipun kondisi cuaca yang kurang bersahabat, mereka tetap melanjutkan aktivitas mereka di sungai.

Namun, kejadian tak terduga terjadi saat air sungai yang semula tenang tiba-tiba membesar dengan cepat. Hal ini dipicu oleh hujan deras yang turun di wilayah pegunungan yang berada di hulu sungai, yang menyebabkan debit air meningkat drastis dan membawa arus yang sangat kuat.

Satu mahasiswa terhanyut dan kedua mahasiswa mencoba untuk menyelamatkan rekannya, namun naas, ketiga mahasiswa tersebut tidak bisa menyelamatkan diri dari arus yang begitu besar.

Dalam tragedi tersebut, dua mahasiswa, Angga dan Riki, ditemukan tewas setelah terhanyut arus sungai. masyarakat sekitar berhasil menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia setelah kejadian, Senin (24/02/2024) pukul 15.30 WIB.

Jenazah Angga dan Riki kemudian dipulangkan ke rumah duka oleh Perangkat desa Sidodadi, sementara itu, Dedi, yang merupakan salah satu korban lainnya, masih hilang hingga keesokan harinya.

Pada Selasa pagi setelah pencarian intensif dilakukan selama hampir 24 jam, Dedi ditemukan oleh masyarakat Desa Baru Menyan di tepi Pantai Ciligi pukul 11.30 WIB sekitar 2 km dari lokasi tenggelam. Meskipun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, proses pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Dedi ditemukan dalam keadaan tengkurap di pinggir pantai, menandakan bahwa tubuhnya terbawa arus sungai yang mengarah ke laut. Jenazah Dedi kemudian dievakuasi dan dibawa ke  puskesmas Hanura dan dikemudian dibawa oleh keluarganya kerumah duka.

Kepala Desa Sidodadi, Babinsa, Babinkantibmas, serta pemerintah desa Batu Menyan turut memberikan perhatian dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“Pencarian ini memang sangat berat dan penuh tantangan, namun berkat kerja sama antara pemerintah, TNI, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya, akhirnya bisa menemukan korban yang hilang,” ujar Tunggal Kepala Desa Sidodadi.

“Kita semua berduka, Terima kasih kepada seluruh relawan baik dari pemerintah, TNI, Polsek Padang Cermin, tim SAR, masyarakat setempat yang terlibat untuk mencari adik kita yang terbawa arus di sungai Sabu hingga ditemukan,” tutup Kades.

Kejadian ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait mengenai pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat berada di kawasan aliran sungai, terutama di wilayah yang rawan banjir atau memiliki arus deras seperti Sungai Sabu.

Kehilangan tiga mahasiswa muda ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat. Mereka adalah mahasiswa yang baru saja menyelesaikan tugas KKN di Desa Sidodadi, dengan harapan dapat kembali ke kampus dengan kenangan indah. Namun, takdir berkata lain, dan perpisahan yang semula berniat menyenangkan berubah menjadi tragedi yang tidak terlupakan.

Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan semoga keluarga korban diberikan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini.(Asen/Red/PI).

Loading