Proyek Jalan Menuju Food Estate di Bartim Mangkrak: Ternyata Baru Mencapai 12,78℅  (3)

Nasional310 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang ) – Berdasarkan pemeriksaan fisik oleh unsur teknis Dinas PUPR Bartim dan Konsultan Pengawas terhadap Proyek Pengerjaan Penunjang Kawasan Food Estate – DAK yang dilaksanakan oleh PT. Tiar Nauli Jaya Makmur ruas jalan Tangkan – Pianggu, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru mencapai 12,78%.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Bartim Yumail pada Media Patraindonesia.com dikantornya Senin 21 Oktober 2024.

” Seharusnya sampai hari ini PT. Tiar Nauli Jaya Makmur sudah memenuhi fisik paling kurang 30%, namun berdasarkan pemeriksaan fisik oleh unsur teknis Dinas PUPR dan Konsultan Pengawas diketahui kemajuan fisik yang mampu diperoleh hanya sebesar 12,78% yang mengakibatkan Deviasi Negatif cukup besar yaitu – 17,58% ” terang Yumail mengawali pembicaraan.

Yaumil menyatakan, bahkan dirinya bersama Pj. Bupati meninjau proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp. 10.027.710.034,88 rupiah itu. Kala itu, PJ Bupati turun langsung ke lapangan monitoring baik melihat pengerjaan proyek ruas Pianggu – Lalap, maupun ruas Tangkan – Pianggu.

“Saya bersama Bapak Pj. Bupati meninjau langsung ke lapangan, monitoring baik melihat pengerjaan proyek ruas Pianggu – Lalap maupun ruas Tangkan – Pianggu,” beber Yumail.

Kata dia lagi, PT PT. Tiar Nauli Jaya Makmur pada tanggal 1 Oktober 2024 lalu sudah diberikan peringatan pertama (SP-1).

“Pada tanggal 1 Oktober lalu sudah diberikan peringatan pertama (SP-1) karena pencapaian fisik hanya diperoleh 8,74% yang menyebabkan deviasi negatif sebesar 11,45%,” lanjutnya.

Sebagai konsekuensinya, demikian Yaumil menjelaskan, terhadap kontraktor tersebut ditetapkan kontrak kritis.

“Sesuai ketentuan kontrak maka perlakuan terhadap kontrak kritis harus diberikan periode perbaikan kinerja kepada penyedia jasa. Lalu PT. TNJM diberikan waktu selama 10 hari untuk memperbaiki kinerja yang jatuh tempo pada 14 Oktober lalu. Namun pada periode perbaikan dimaksud PT. TNJM tidak mampu meningkatkan kemajuan fisik dengan signifikan. Makanya status kontrak kritis saya perpanjang,” tegas Yumail.

Berdasarkan pengamatan media ini di lapangan, memang nyaris tak ada kegiatan di proyek tersebut. Tiga orang pekerja mengaku bekerja seadanya. Bahkan material yang dibutuhkanpun tidak tersedia. (Mardianto / Red / Pi)

Loading