Volunteer Trip Ke Danau Masoraian, Diikut Empat Siswa SMAN 1 Kotawaringin Lama

Patra News206 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Kotawaringin Lama) – Volunteer trip ke Danau Masoraian kali ini diikuti empat orang siswa dari SMAN 1 Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Volunteer trip diselenggarakan oleh management Hutan Kemasyarakatan (HKm) Masoraian merupakan bentuk education-trip ke Hutan dan Danau Masoraian.

Selain bertujuan mengenal ekosistem dan habitat hutan-danau tersebut, juga dimaksudkan sebagai sarana edukasi dan mencintai hutan dengan segala isinya.

Acara volunteer trip ini dimulai tadi pagi, Minggu (26/12/2021) berangkat dari Camp Masoraian di kompleks Astana Alnursari. Dari dermaga Alnursari perjalanan dengan perahu kelotok menuju Danau Masoraian. Danau ini berada di tengah Hutan Masoraian.

Para volunteer sendiri terdiri dari Yamin, Eva, Bella dan Miftah. Semuanya dari SMAN 1 Kotawaringin Lama.

Dalam waktu sekitar 20 menit, perjalanan perahu kelotok sudah memasuki Sungai Puting. Dan tak lama kemudian angin sejuk bertiup dari arah depan. Itu pertanda kita sudah mau memasuki Danau Masoraian.

Setelah puas menikmati indahnya Danau Masoraian yang bentuknya melengkung seperti daun telinga atau angka tiga, peserta singgah di sebuah lanting milik Komunitas Masoraian.

Di lanting yang mengapung di atas air danau itu, “Kami istirahat dan makan siang,” kata Eva. “Masakan mama terasa lebih nikmat siang ini. Angin segar di atas danau menambah nikmatnya makan siang bersama, ” lanjutnya.

“Saya dibawain ayam goreng dan tumis tauge, ” sahut Bella sambil menunjukkan toples tuperwear-nya.

Usai makan, kami ke sebuah pondok yang di depannya ada pelantaran yang lumayan luas. Di situ kami melakukan persemaian bijih duwet (jamblang).

Buah jamblang, selain bisa dikonsumsi manusia, bisa juga sebagai persediaan pakan orangutan.

“Di hutan Masoraian, buah jamblang bisa menjadi pakan orangutan. Populasi orangutan di hutan ini masih lumayan banyak. Menurut riset yang pernah dilakukan,masih ada lebih dari 200 individu orangutan,” tutur Yohanes Widada mewakili management HKm Masoraian.

Seusai menyemai biji jamblang, tim volunteer asyik mengayunkan sapu lidi. Yaitu membersihkan titian (jembatan kayu) dari sampah daun yang ada di atas titian.

Suasana gembira ria. Menyapu titian sambil bergaya dan berfoto.

Sungguh suasana yang langka. Sulit diperoleh di tempat lain. Di rumah atau di sekolah.

“Ini benar-benar menjadi tempat personal healing,” kata Bella sambil berlari, berlenggok dan berloncatan di atas jembatan titian.

Personal healing yang dimaksud Bella adalah penghilang stress sehabis ujian sekolah..
Dan, ternyata actions-nya berlenggak-lenggok dinatas jembatan titian itu direkam sebagai sepenggal vidio.
“Vidionya bagus dibuat slow-motion, ” katanya sambil menunjukkan rekaman vidio berdurasi 30 detik itu. “Nanti vidionya kita kemas dan kita pasang di IG,” lanjutnya. (*/Red/PI)

Loading