PATRAINDONESIA.COM (JAKARTA) – Tantangan disrupsi digital jadi sorotan utama dalam Seminar Nasional rangkaian Musyawarah Nasional III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) 2026.
DPD PJS Kalimantan Tengah bersama pengurus PJS se-Indonesia mengikuti forum tersebut di Hotel The Acacia, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Hadir sebagai narasumber Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli. Ia menegaskan, perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri pers secara fundamental.
Media cetak menyusut, media siber dan televisi bersaing dengan platform digital dan media sosial yang belum memiliki regulasi setara.
“Media massa terikat UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan aturan Dewan Pers. Sementara media sosial belum. Negara harus hadir agar tercipta ekosistem informasi yang sehat dan persaingan yang adil,” kata Jazuli dalam diskusi yang dipandu Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba.
Dalam pemaparannya, Jazuli mengingatkan tiga hal penting kepada wartawan. Pertama, menjaga integritas dan itikad baik. Kedua, menaati 11 Pasal Kode Etik Jurnalistik. Ketiga, memastikan prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan dengan memberi ruang klarifikasi kepada pihak terkait.
Ia menyoroti tingginya pengaduan ke Dewan Pers akibat lemahnya verifikasi dan berita tidak berimbang. “Produk jurnalistik yang baik lahir dari verifikasi. Jangan sampai kecepatan mengalahkan akurasi,” ujarnya.
Soal akses informasi, Jazuli juga meluruskan. Ia menegaskan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak mewajibkan sertifikat kompetensi sebagai syarat wartawan mencari dan memperoleh informasi.
“Hak mencari dan memperoleh informasi dijamin UU Pers. Sertifikat bukan alasan untuk menolak wartawan,” tegasnya.
Dewan Pers saat ini, lanjut Jazuli, tengah berkomunikasi dengan DPR RI dan Kementerian Hukum untuk mendorong regulasi yang melindungi industri pers nasional.
Ia berharap PJS sebagai calon konstituen Dewan Pers dapat mencetak wartawan yang profesional dan taat aturan.
Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba dalam kesempatan itu menyampaikan seminar ini bertujuan memperkuat kapasitas wartawan PJS agar siap menghadapi era digital tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
“Tujuan seminar ini jelas, memperkuat kapasitas wartawan PJS supaya mampu beradaptasi di era digital tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik,” demikian kata pungkas penutup Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba. (*/Red/PI).
![]()

