Sedekah Waduk Cacaban, Tradisi Syukur Nelayan yang Sarat Budaya

Patra News295 Dilihat

PATRAINDONEISA.COM (Tegal) – Obyek Wisata Waduk Cacaban akan kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Waduk pada Kamis, 24 Juli 2025 mendatang. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan atas berkah alam dari waduk yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Acara Sedekah Waduk Cacaban 2025 akan berlangsung di Dermaga Waduk Cacaban, Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sejumlah tokoh dan pejabat akan hadir dalam acara ini, di antaranya Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, jajaran Forkompimcam, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali, Ketua Pokdarwis, tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, kepala desa, serta warga sekitar waduk.

Acara akan dibuka dengan penampilan Tari Pitik Walik dan Tari Bajidor, dua tarian tradisional yang menggambarkan semangat dan kebersamaan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Akhmad Kholid menegaskan bahwa kegiatan ini adalah simbol kuat gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Waduk Cacaban.

“Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat sekaligus menjadi momentum pelestarian budaya yang telah diwariskan turun-temurun,” ujar Kholid.

Puncak prosesi adalah penenggelaman kepala kerbau ke tengah waduk, sebagai bentuk persembahan kepada Sang Pencipta. Ritual ini dipercaya sebagai bentuk doa dan harapan agar hasil tangkapan ikan tetap melimpah dan air waduk tetap membawa keberkahan.

Menariknya, masyarakat dan wisatawan dapat mengikuti prosesi ini dengan naik perahu secara gratis menuju tengah waduk. Namun, layanan perahu akan kembali berbayar setelah prosesi selesai.

Gundukan Sayur dan Teh Sosro Gratis
Tahun ini, panitia juga menyiapkan gundukan sayuran segar dan gundukan Teh Sosro yang dapat diambil pengunjung secara cuma-cuma usai prosesi berlangsung. Tradisi ini telah menjadi salah satu momen yang paling dinanti, mengingat pada tahun sebelumnya, gundukan tersebut ludes diserbu pengunjung dalam waktu singkat.

Menurut data dari pemerintah daerah, kunjungan wisatawan ke Waduk Cacaban terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pemerintah berharap, agenda tahunan seperti Sedekah Waduk ini dapat terus menjadi daya tarik wisata budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Tren positif ini harus kita jaga bersama. Sedekah Waduk bukan hanya acara seremonial, tapi menjadi ruang silaturahmi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” pungkas Kholid.

Tradisi Sedekah Waduk menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap hidup dan memberi manfaat, tidak hanya secara spiritual tetapi juga secara sosial dan ekonomi.(Wawan/Red/PI).

Loading