Sebanyak 87 Rumah di Desa Kajen Terancam Amblas, Warga: Pemerintah Seperti Tutup Mata

Peristiwa456 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tegal) – Bencana tanah bergerak dan longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Tegal, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, menjadi titik terparah dengan dampak kerusakan yang mengkhawatirkan, (2/9/2025)

Data sementara mencatat, sebanyak 87 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 15 rumah hilang dan tidak dapat dihuni, sementara 15 lainnya telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Selain pemukiman, longsor juga merusak 300 hektare lahan persawahan di tiga desa, yakni Kajen, Dukuhlo, dan Pandawa. Bahkan, sejumlah makam ikut ambrol, hingga jenazah hampir hanyut terbawa arus. Warga bersama aparat akhirnya memindahkan jenazah ke lokasi pemakaman yang lebih aman.

Kepala Desa Kajen, Khalimi, mengatakan bahwa pihaknya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, termasuk normalisasi Sungai Gung yang menjadi titik rawan banjir dan longsor.

“Semoga ada tindakan konkret dari pemerintah, bukan hanya janji. Aktivitas warga di sepanjang bibir sungai juga perlu ditertibkan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Namun, di tengah situasi genting ini, warga mengaku kecewa dengan minimnya perhatian pemerintah daerah. Mereka menilai, sejak banjir besar pada 2024 yang merusak pemukiman, belum ada upaya serius yang dilakukan.

“Rumah kami retak, septiteng hanyut, tapi pemerintah diam saja. Kalau hujan deras, kami tidak bisa tidur takut ada longsor,” keluh seorang warga.

Warga menuding pemerintah hanya hadir saat musim politik, tetapi absen ketika rakyat menghadapi ancaman bencana nyata.

Masyarakat pun mendesak agar segera dilakukan di buat tanggul permanen dan normalisasi sungai. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin pemukiman di Desa Kajen dan sekitarnya akan hilang tergerus arus sungai.

“Kalau dibiarkan begini, bukan cuma tanah yang habis, tapi rumah dan kampung kami bisa ikut ambruk. Pemerintah seperti menutup mata,” tegas seorang warga.

Hal ini sangat memprihatinkan. Perlu penanganan serius dari pihak berkompeten untuk memulihkan kondisi di sepanjang aliran Sungai Kaligung,” tegasnya.(Ikhwanudin/Red/PI).

Loading