PATRAINDONESIA.COM (Sidoarjo) – Ruwatan Desa Sedati Agung digelar melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Dusun Manyar, Desa Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Akhirul Ruwadi dari Mojokerto, Jawa Timur, ini menjadi bagian dari upaya masyarakat melestarikan budaya Jawa sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Pagelaran wayang kulit tersebut berlangsung di depan Balai RW 03 Desa Sedati Agung. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan dihadiri unsur pemerintah desa, Forkopimcam Sedati, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Manyar dan masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sedati Agung Suhariyono bersama perangkat desa menyambut kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah berkembang di lingkungan setempat.
Ruwatan Desa Sedati Agung Libatkan Berbagai Unsur
Sejumlah tokoh dan pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Komandan AU, Komandan Lanudal Juanda, serta Dr. Benjamin Kristianto, M.Kes., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Gerindra.
Hadir pula H. Warih Andono, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Golkar, dan Muchammad Rafi Wibisono, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Komisi A dari PKB.
Dari unsur pemerintah kecamatan, hadir Camat Sedati Dedy Kurniawan Wibowo, S.STP., M.Si., bersama jajaran. Kapolsek Sedati juga mengirimkan perwakilan anggota untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Komandan Koramil Sedati Kapten Caj M. Lutfi Anam hadir bersama jajarannya. Para kepala desa se-Kecamatan Sedati juga turut menghadiri acara yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut.
Unsur masyarakat yang hadir meliputi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), ketua RT dan RW, serta anggota karang taruna se-Desa Sedati Agung. Tamu undangan dan warga setempat turut memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan keterlibatan pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Desa Sedati Agung.
Suhariyono Apresiasi Partisipasi Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sedati Agung Suhariyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan ruwatan desa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang mengangkat tradisi dan kebudayaan lokal tersebut.
Partisipasi warga juga memperlihatkan semangat gotong royong dalam menjaga kegiatan sosial dan budaya di lingkungan desa. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkumpul, mempererat hubungan ant warga, serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dukungan warga menjadi salah satu unsur penting agar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tetap mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.
Camat Sedati Tekankan Pentingnya Pelestarian Wayang
Camat Sedati Dedy Kurniawan Wibowo menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan ruwatan desa yang digelar masyarakat Dusun Manyar, Desa Sedati Agung.
Ia mengapresiasi warga yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan Jawa. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga memiliki nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi tuntunan bagi manusia.
Wayang mengandung pesan moral yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pelestarian kesenian tradisional perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
Pagelaran wayang kulit juga menjadi ruang untuk mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda agar mereka mengenal dan menghargai warisan budaya daerahnya.
Wayang Kulit Jadi Sarana Menjaga Tradisi Desa
Pelaksanaan ruwatan desa melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi salah satu bentuk kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Selain menjadi hiburan bagi warga, pertunjukan tersebut menghadirkan nilai kebersamaan dan pesan budaya yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Dukungan pemerintah desa, kecamatan, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan dapat mendorong keberlanjutan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sedati Agung menunjukkan komitmen untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Pagelaran wayang kulit di Dusun Manyar pun menjadi momentum untuk merawat kebudayaan lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Adi/Red/PI)
![]()

