PATRAINDONESIA.COM (INDRAMAYU) – Ribuan demonstran mendatangi Kantor Bupati Indramayu menyerukan 12 tuntutan, Selasa (20/9/2022).
Aksi demontran ini dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai. Massa melakukan long march dari depan kantor Bupati Indramayu menuju ke gedung DPRD Indramayu.
Massa ARI dan APM menyampaikan aksi agar berbagai infrastruktur. Juga mempermasalahkan keharmonisan antara Bupati Indramayu dan Wakil Bupati Indramayu.
Massa juga tidak setuju dengan diadakan gelaran tari topeng yang diikuti oleh 6001 peserta yang diambil dari setiap sekolah yang ada di Kabupaten Indramayu. Dikarenakan seluruh beban biaya ditanggung oleh wali murid.
Dalam aksi ini masyarakat mengusung tema “Turunkan Nina, pulangkan ke Jakarta.” Maksudnya adalah, agar Bupati Nina Agustina turun dari jabatannya.
Berikut 12 tuntutan demonstran.
1.Perizinan/insfrasutruktur periotas
2. Ketidakharmonisan antar Bupati Indramayu dan Wakil Bupati Indramayu.
3.Bubarkan Perumda.
4.Tegakkan reformasi agraria.
5.Bayar honor guru honorer yang ada di wilayah Indramayu.
6.Batalkan tari topeng 6001 yang biaya dibebankan oleh wali murid.
7.Batalkan rancangan APBD yang tidak berpihak kepada rakyat.
8. Kriminilisasi Banprov RSUD Indramayu.
9.Tolak marger sekolah dasar.
10.Usut dugaan pengkondisian proyek APBD
11.Terapkan SOP distribusi pupuk bersubsidi.
12.Bubarkan DPMPTSP.
Setelah menunggu lama aksi demo tersebut disambut dengan hangat oleh Ketua DPRD Kabupaten Indramayu yaitu H Syaefudin.
Para pendemo meminta agar Ketua DPRD Indramayu menandatangani surat pernyataan. Setelah itu Ketua DPRD Indramayu menandatangi surat persetujuan yang diminta oleh para pendemo yaitu 12 tuntutan dari para pendemo.
Sekitar pukul 13.30 WIB massa pun membubarkan aksinya dengan tertib dan damai. (Dian/Red/PI)
![]()

