Ribuan Hadiri Milad Presiden Prabowo di Velodrome, Haidar Alwi Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

Patra News548 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – (JAKARTA)– Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati Jakarta International Velodrome, Senin (20/10/2025), untuk menghadiri perayaan Milad Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara yang digelar oleh Haidar Alwi Institut (HAI) ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain sebagai perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang konsolidasi nasional bertajuk “Menjaga Independensi Polri Tetap di Bawah Presiden.”

Pesan Haidar Alwi: Dukung Kepemimpinan Nasional dan Jaga Stabilitas

Presiden Haidar Alwi Institut, Ir. Haidar Alwi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral rakyat terhadap pemerintahan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Kita akan mengkonsolidasikan bahwa independensi Polri harus tetap di bawah Presiden,” kata Haidar di lokasi acara.

“Kebetulan hari ini juga satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran dan ulang tahun Bapak Presiden. Kita berharap beliau memimpin rakyat dengan bijaksana agar Indonesia semakin makmur dan maju,” lanjutnya.

Haidar menegaskan bahwa masyarakat perlu menjaga kesatuan dan tidak terprovokasi oleh isu yang dapat memecah hubungan antara Presiden dan institusi kepolisian.

Doa Lintas Agama untuk Presiden Prabowo

Sekitar 5.000 peserta hadir dan memenuhi Velodrome sejak sore hari. Acara diawali dengan doa lintas agama yang dipanjatkan oleh lima pemuka agama untuk mendoakan kesehatan, kekuatan, dan panjang umur Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa nasionalisme, dengan kibaran bendera merah putih di sepanjang arena.

Sandri Rumanama: Jangan Benturkan Presiden dan Polri

Direktur HAI, Sandri Rumanama, menegaskan bahwa masyarakat yang hadir adalah mereka yang cinta terhadap Indonesia dan tidak menginginkan adanya upaya membenturkan Presiden dengan Polri.

BACA JUGA : 

Haidar Alwi: Capaian Polri di Era Listyo Sigit Tak Boleh Tertutup Riuh Politik

“Yang hadir hari ini adalah masyarakat yang mencintai Indonesia,” kata Sandri.

“Mereka tidak ingin Presiden dan Polri dibenturkan. Suara mereka jelas: independensi Polri harus tetap di bawah Presiden,” ujarnya.

Menurut Sandri, posisi Polri yang langsung berada di bawah Presiden merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalitas, stabilitas keamanan, serta kepercayaan publik terhadap institusi negara.

IPW: Polri Anak Kandung Reformasi yang Harus Dijaga

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengingatkan pentingnya memahami posisi Polri secara historis sebagai hasil perjuangan reformasi 1998.

“Kita harus melihat historis bahwa Polri adalah anak kandung reformasi,” ujar Sugeng.

“Kalau sekarang ada wacana menempatkan Polri di bawah kementerian, itu sama saja mengkhianati amanat reformasi,” tegasnya.

Sugeng menambahkan, dirinya percaya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menjaga Polri agar tetap profesional dan independen sesuai semangat reformasi.

“Saya percaya Presiden Prabowo akan menjaga Polri tetap profesional dan independen,” ucapnya.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Dimeriahkan Seniman Indonesia Timur

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Prof. (Ris) Dr. Hermawan Sulistyo (Penasehat Ahli Kapolri) dan pengamat politik Bony Hargens.

Kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah seniman asal Indonesia Timur seperti Usman Hitu, Anes Glen, Ayu, dan Seinen, yang membawakan lagu-lagu bertema kebangsaan.

Loading