Narapidana Kabur dari Lapas Palangka Raya Bukan Berisiko Tinggi tapi Sedang-Rendah

Patra News494 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Henderikus Yoseph Seran Bin Anderias Seran, dilaporkan melarikan diri pada Sabtu, 28 Juni 2025, sekitar pukul 12.57 WIB saat mengikuti kegiatan kerja bakti di dalam dan sekitar area lapas.

Kejadian pelarian bermula saat 12 warga binaan dilibatkan dalam kegiatan kurve kebersihan. Empat di antaranya, termasuk Henderikus, ditugaskan membuang sampah ke area luar di sisi kanan lapas. Setelah selesai, tiga orang kembali ke blok hunian, namun Henderikus meminta izin untuk buang air kecil dan tak kunjung kembali.

Menyadari adanya kejanggalan, petugas lapas segera melakukan penyisiran di area sekitar, termasuk kawasan hutan yang berdekatan. Plh. Kepala KPLP sekaligus Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lapas serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, membenarkan peristiwa pelarian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Henderikus sebelumnya sudah diberikan kepercayaan untuk bekerja di luar blok hunian karena diklasifikasikan sebagai narapidana dengan risiko sedang hingga rendah. Meski demikian, potensi pelarian tetap sulit diprediksi.

“Namun kembali lagi, ini soal niat. Kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di benak mereka,” ujar Putu Murdiana, Senin (30/6/2025)

Sebagai respons cepat, pihak Kanwil telah membentuk tim khusus untuk mempercepat proses pencarian. Upaya penyisiran di sekitar lapas terus dilakukan secara intensif, terutama di area hutan yang berdekatan.

Koordinasi juga dilakukan lintas sektor dengan melibatkan berbagai unsur keamanan, antara lain Polda Kalimantan Tengah, Direktorat Intelkam Subdit Kamneg, Polresta Palangka Raya, Polsek Bukit Batu, Polsek Takaras, dan Koramil 1016-02 Bukit Batu.

“Kami tidak tinggal diam. Kami bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memperkuat pencarian. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui keberadaan narapidana tersebut,” tegas Putu.

Sebagai langkah pengamanan tambahan, Lapas Kelas IIA Palangka Raya kini memperketat pengawasan dan membatasi aktivitas narapidana di luar blok hunian. Proses pencarian masih berlangsung, dan pihak lapas memastikan seluruh jalur koordinasi dan keamanan terus dioptimalkan untuk menangkap kembali narapidana yang kabur. (*)

Loading