Kunjungan Bersejarah, Presiden Prabowo Datangi Aceh Tenggara di Tengah Banjir Besar

Bencana202 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM | Kutacane, Aceh Tenggara – Seusai melakukan peninjauan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Presiden Prabowo Subianto langsung bertolak menuju Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah terhadap banjir besar yang melanda kawasan tersebut dan menyebabkan ribuan warga terisolasi.

Setibanya di Kutacane, Presiden Prabowo tidak menunda waktu, Ia langsung menuju Jembatan Pante Dona, infrastruktur vital yang putus total disapu banjir, Putusnya jembatan ini membuat jalur logistik dan akses keluar masuk pengungsi terhenti, sehingga memperparah kondisi warga di sejumlah kecamatan.

“Pemerintah akan mempercepat pembangunan akses darurat, Ini prioritas agar aktivitas masyarakat segera pulih, Rekonstruksi jembatan permanen juga akan segera dimulai,” tegas Presiden Prabowo di lokasi peninjauan.

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah, seorang Presiden datang langsung ke Kutacane,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran Presiden memberikan harapan besar bagi warga yang saat ini masih berjuang menghadapi dampak bencana.

Usai dari jembatan, Presiden melanjutkan perjalanan ke Desa Bambel Baru, salah satu lokasi terparah yang kini menjadi pusat pengungsian, Banjir besar yang datang tiba-tiba telah memaksa sedikitnya 4.080 warga mengungsi, setelah air bah merendam permukiman, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.

Presiden meninjau tenda-tenda pengungsi yang berdiri memadati kawasan pengungsian, termasuk dapur umum, pos kesehatan, area penyaluran bantuan, dan layanan trauma healing untuk anak-anak, Di sela kunjungan, Presiden menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang tengah berkumpul di tenda darurat.

Seorang warga menyampaikan keluhannya mengenai kerusakan lahan pertanian akibat banjir yang berulang, Ia mengusulkan agar pemerintah membangun bendungan untuk menahan luapan air sungai, terutama pada musim panen jagung yang menjadi sumber ekonomi utama masyarakat.

“Bendungan itu akan kita bangun. Wilayah ini harus aman dari banjir berulang, Kita ingin rakyat bisa panen dengan tenang, bisa hidup dengan baik,” ujar Presiden yang langsung disambut tepuk tangan warga.

Kunjungan Presiden ini diharapkan mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan penanganan pengungsi, Pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, serta pemerintah daerah kini bekerja dalam satu komando untuk memastikan kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi dengan cepat.

Loading