PATRAINDONESIA.COM (Brebes) – Kasus meninggalnya Rendi Fani Ramadhani (15) hingga kini masih menjadi misteri dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Hingga hari ke-5 setelah penemuan jenazahnya, belum ada kejelasan terkait penyebab kematiannya. Selasa (24/6/2025)
Awalnya, Rendi berpamitan kepada keluarga untuk mendaftar sekolah. Namun, hingga malam hari ia tak kunjung pulang. Besoknya, keluarga mengecek ke sekolah dan ternyata Rendi sudah mendaftar tiga hari sebelumnya, menimbulkan kejanggalan.

Keluarga pun melaporkan Rendi sebagai orang hilang.
Salah satu temannya sempat menghubungi Rendi lewat WhatsApp dan mendapat balasan singkat. Rendi mengaku berada di Demak dan mengirim video pendek dari atas kapal, serta foto melalui fitur “sekali lihat”. Sejak itu, komunikasi terputus.
Beberapa hari kemudian, warga dikejutkan dengan temuan jenazah remaja laki-laki terapung di Pantai Muara Anyar, Muarareja, Kota Tegal, pada Jumat (20/6/2025). Pihak keluarga yang mencocokkan ciri-ciri fisik dan pakaian akhirnya memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Rendi.
Keesokan harinya, Sabtu (21/6/2025), motor milik Rendi Honda Scoopy warna hitam-merah ditemukan di Pantai Randusanga, Brebes, berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi penemuan jenazah. Penemuan ini menambah misteri kasus, karena menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana Rendi bisa berada di dua lokasi yang berjauhan tersebut.
Sayangnya, pihak keluarga menolak proses otopsi, sehingga menyulitkan aparat kepolisian untuk menyelidiki lebih dalam penyebab kematian. Meski begitu, pihak keluarga berharap keadilan tetap bisa ditegakkan dan kebenaran segera terungkap.
“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak kami,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Kasus ini kini menjadi sorotan warganet dan warga sekitar, mengingat banyak kejanggalan yang belum terjawab hingga hari ke-5 pasca kejadian. (wawan/Red/PI)
![]()

