PATRAINDONESIA.COM (Surabaya) — Seorang driver ojek online (ojol) di Surabaya menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa orang yg tidak dikenal , saat hendak mengambil penumpang di stasiun pasar Turi Surabaya, Minggu (04/04/2021).
Dalam kejadian tersebut seorang driver ojol dikeroyok lebih dari empat orang hingga jas hujan yang dipakai sampai robek dan si driver jatuh. Dan driver ojol itu tidak melawan sama sekali.
Dari identitas rompi yang dipakai dapat diketahui bahwa yang bersangkutan anggota KDGM ( Kabeh Dolor Ganok Musuh), salah satu komunitas besar ojol di Surabaya. Melihat identitas itulah kawan ojol yang di lokasi memberi informasi kepada ketua komunitasnya tentang kejadian pengeroyokan yang dialami korban.
Tidak lama datanglah kawan kawan komunitasnya untuk mencari pelaku untuk dilaporkan ke kantor polisi.
“Saya instruksikan kepada anggota KDGM jangan ada kekerasan, kita cari pelaku pengeroyokan dan dilaporkan ke kantor polisi buat mempertanggung jawabkan pengeroyokan tersebut,” ujar bang Fattah N atau bang Celeng ketua KDGM.
Menurut keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi, korban bernama Gunawan anggota dari komunitas KDGM. Peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 17.00 wib. Kejadiannya berlokasinya tepat berada di depan resto bebek Barokah di depan pintu keluar stasiun pasar Turi Surabaya.
Diduga pengeroyok driver ojol tersebut adalah para driver ojek pangkalan (opang) yang mangkal di area Pasar Turi Surabaya.
Kejadian bermula saat hujan deras korban mendapatkan order penjemputan customer di stasiun pasar Turi Surabaya , via chat korban sudah mengarahkan dan menjelaskan agar customer keluar dan bergeser dari zona yang dilarang, agar tidak terjadi pergesekan dengan opang yang mangkal di stasiun Pasar Turi. Hal tersebut dikarenakan korban sudah paham kondisi di wilayah stasiun Pasar Turi , daripada ribut dengan opang , maka driver meminta buat cancel order saja, namun si customer tidak berkenan dan tetap memaksa driver menjemput di lokasi.
Demi menghindari laporan customer ke aplikator yang dapat berakibat fatal buat driver, akhirnya terpaksa dijemput juga di lokasi yang dikehendaki customer.
Korban menjemput customer memakai baju polos tanpa atribut ojol , cuma memakai rompi komunitas saja dan dirangkap dengan jas hujan agar tidak diketahui kalau sedang menjemput customer.
Tidak lama sekitar pukul 19.00 wib , akhirnya salah satu pelaku pengeroyokan dapat ditemukan oleh kawan kawan ojol dan dibawa serta dilaporkan ke Polrestabes Surabaya buat mempertanggung jawabkan pengeroyokan yang dilakukannya.
“Biasanya kalau ada ojol yang tertangkap karena mengambil penumpang di zona merah cuma disita helm atau didenda dan dimintai rokok, tapi kenapa ko tiba-tiba ada pengeroyokan?” ujar bang Andi salah satu pedagang di daerah Pasar Turi.
Di Polrestabes Surabaya melalui proses mediasi yang panjang akhirnya pelaku mengakui kesalahannya dan memohon maaf kepada korban. Keduanya menyadari dan bersepakat untuk menyudahi persoalan tersebut dengan damai serta membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak melakukan tindakan anarkhis kepada para ojol di kemudian hari.
Tidak dapat dipungkiri kejadian pergesekan dan kekerasan antara opang dan ojol seringkali terjadi dan menjadi catatan panjang dan kelam dalam sejarah dunia ojek di Indonesia.
Kurang bijaknya customer dalam memahami kondisi di lapangan dan kondisi driver sebagai pelayan di bidang jasa juga sebagai salah satu pemicu pergesekan.( Teguh/red/PI)
![]()
