PATRAINDONESIA.COM (Muara Teweh) – Seni bela diri Tradisional Kuntau mendapat ruang istimewa di Kabupaten Barito Utara melalui pelaksanaan Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar oleh Perhimpunan Seni Main Kuntau (PSMK) Huma Ije Pakat Barito Utara.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 31 Oktober hingga 2 November 2025, di Lapangan Voli Yonif 631/Antang Kodim 1013 Muara Teweh, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan Herry Jhon Setiawan, ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya festival, Sabtu (01/11/2025).
Festival ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Barito Utara menjadi tuan rumah kegiatan Kuntau tingkat Regional Kalimantan Tengah.
Sebanyak 114 peserta dan panitia ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 93 peserta dan official yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Mereka berasal dari antara lain Palangka Raya, Katingan, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Barito Timur, Kapuas, hingga Barito Utara sendiri.
Dalam lomba ini menghadirkan lima orang dewan juri yang berkompeten, dua di antaranya berasal dari Palangka Raya ( Darwin dan Rey) serta tiga lainnya dari Muara Teweh.
Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi:
Jurus Tunggal SD/MI Putra dan Putri, Jurus Tunggal SMP/MTs Putra dan Putr, Kuntau Kreatif Putra dan Putri dan Lawang Sakepeng Putra dan Putri
Ketua Panitia Ashari Permadi menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk upaya nyata dalam melestarikan dan memperkenalkan seni bela diri Kuntau kepada generasi muda.
“Festival ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana untuk mengakomodir para penggiat Kuntau Dayak dari berbagai perguruan. Kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap seni bela diri tradisional ini dan mendorong peran serta masyarakat serta pihak swasta dalam menjaga kelestariannya,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Barito Utara dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Herry Jhon Setiawan, menegaskan bahwa Kuntau memiliki makna lebih dari sekadar seni bela diri.
“Kuntau merupakan perpaduan antara seni tari dan bela diri yang mengandung keindahan gerak serta ketangkasan dalam mempertahankan diri. Seni ini juga mencerminkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, disiplin, dan kehormatan yang harus dijaga oleh generasi muda,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan silaturahmi antar pelatih, atlet, dan komunitas seni bela diri di Kalimantan Tengah.
“Melalui ajang ini, kita harapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Barito Utara di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Tak lupa di berikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Festival Kuntau ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, sehingga menjadi agenda tetap yang menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Sebagai penutup acara dengan penyematan pin kepada para tokoh Kuntau serta tampilan pembuka dari Perkumpulan Seniman Kuntau Huma Ije Pakat, yang mempersembahkan atraksi khas perpaduan gerak tari dan bela diri Kuntau dengan penuh kekuatan dan keindahan.
(Anti/Red/PI)
![]()
