oleh

Bennie Sandel Mahar : 11 Unit Rumah Korban Longsor Telah Di Bangun di Tahun 2024

-Patra News-356 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (BUNTOK) – Sebanyak 11 rumah terdampak bencana longsor di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kecamatan Karau Kuala, Kelurahan Bangkuang, Desa Tampijak, menjadi prioritas perbaikan pada Tahun 2024.

Bantuan tiap rumah tersebut sebesar Rp50 juta rupiah berupa pembangunan berbasis kayu kelas II.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Barsel, Bennie Sandel Mahar, ST, MM, MT, mengatakan, program itu bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kawasan kumuh.

“Program ini juga menyasar wilayah seperti Kecamatan Dusun Selatan, Karau Kuala, Dusun Utara, dan Kecamatan Gunung Bintang Awai,” ujar Bennie yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DAD Barsel itu.

Dia juga menjelaskan bahwa sejak 2016 pihaknya telah membantu 2.445 unit rumah tidak layak huni.

“Sedangkan pada tahun ini, pihaknya menargetkan perbaikan 47 rumah dengan alokasi anggaran sebesar Rp50 juta rupiah per rumah,” jelas Pria kelahiran Desa Tanjung Kretak, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas itu.

Tidak sampai di situ saja, ditambahkan dia, bahwa penerima bantuan diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki dokumen identitas yang sah, status tanah yang jelas tanpa sengketa, dan penghasilan rendah.

“Proses pengajuan bantuan dimulai dari musyawarah rencana pembangunan desa, dilanjutkan dengan verifikasi langsung di lapangan oleh kami,” jelas dia.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target nasional 3 (tiga) juta rumah layak huni pada tingkat kabupaten dan kota. Dinas terkait juga memastikan program ini akan berjalan optimal sesuai rencana.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap masyarakat bersabar. Semua rumah yang sudah terdata pasti akan mendapatkan bantuan.

“Kami juga meminta dukungan agar sektor perumahan menjadi prioritas anggaran untuk mengurangi kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” demikian pungkas pria berkacamata itu ketika diwawancarai media ini. (Amar Iswani/Red/PI).

Loading