Belajar dari Menteri dan Guru Besar: PJS Kalteng Kirim Delegasi ke Seminar Nasional Munas III PJS

Nasional, Organisasi484 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA) – Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (DPD PJS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak sekadar hadir sebagai peserta.

Pada 23 Juli 2026, delegasi PJS Kalteng akan mengikuti Seminar Nasional yang menjadi rangkaian hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) III PJS di Hotel Acacia, Jakarta.

Berbeda dengan sidang Munas yang membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), seminar ini menjadi forum para pemangku kebijakan. Mengangkat tema “Pers, Negara dan Stabilitas Nasional: Tanggung Jawab Kebangsaan di Era Digital,” seminar ini dinilai sangat relevan dengan tantangan jurnalisme siber saat ini.

Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan algoritma, pers dituntut menjaga stabilitas nasional melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab. Tuntutan tersebut tidak mudah dipenuhi.

Panitia menghadirkan narasumber dari jajaran pemerintahan dan lembaga strategis nasional, yaitu:

Pertama, Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Kedua, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers.

Ketiga, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.

Selain itu, seminar juga akan diisi oleh tiga menteri lainnya, yakni Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kemudian Maruarar Sirait dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Bahlil Lahadalia dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kehadiran enam pejabat setingkat menteri dalam satu forum menjadi momentum langka bagi insan pers.

Wakil Ketua DPD PJS Kalteng, Amar Iswani, menyatakan keikutsertaan delegasi Kalteng bukan sekadar seremoni.

“Seminar ini merupakan forum strategis. Kami dari daerah biasanya hanya membaca beritanya. Kali ini kami berkesempatan duduk di barisan depan dan mendengarkan langsung arah kebijakan negara terkait peran pers di era digital,” ujar Amar melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2026).

Menurut Amar, tantangan yang dihadapi pers di Kalimantan Tengah berbeda dengan di pusat. Keterbatasan akses informasi, penyebaran hoaks lokal yang cepat, serta keterbatasan sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah utama.

“Target kami sederhana. Setelah kembali dari Jakarta, wawasan pengurus harus bertambah. Harapannya, pemberitaan yang kami hasilkan semakin berkualitas, berimbang, dan benar-benar berkontribusi menjaga stabilitas nasional, bukan justru memicu konflik,” tegasnya.

Delegasi PJS Kalteng menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian seminar, berdiskusi, dan berinteraksi dengan narasumber.

“Ilmu dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di redaksi-redaksi media siber di Kalteng,” demikian pungkas harapnya. (*).

Loading