Antisipasi Pencemaran Lingkungan, Satgas MBG Kecamatan Tanjung Sari, Melakukan Evaluasi Sistem IPAL

Patra News224 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Lampung Selatan) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tanjung Sari tinjau infrastruktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah konkret diambil melalui kegiatan monitoring, pembinaan, dan evaluasi langsung di Dapur SPPG Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, pada Kamis (4/6/2026).

Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata komitmen sinergis antara Pemerintah Kecamatan, jajaran aparatur keamanan, dan tim medis dalam mengawal kesuksesan program pemenuhan gizi masyarakat agar tetap berwawasan lingkungan.

Kegiatan monitoring ini dihadiri langsung oleh sejumlah pemangku kepentingan utama di tingkat kecamatan, antara lain: Camat Tanjung Sari: R. Sy. Handoyo Soesilo, S.IP, M.Si., Kepala UPT Puskesmas Tanjung Sari Agung, Ketua Satgas SPPGRisman Kholani, Korcam SPPG Tanjung Sari Sigit, Babinsa Desa Wawasan Serka Miratno dan Bhabinkamtibmas Aipda Edie.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung program pemenuhan gizi, Camat Tanjung Sari, Handoyo, menegaskan bahwa operasional Dapur SPPG merupakan prioritas utama. Namun, ia menggarisbawahi bahwa aspek kesehatan lingkungan sekitar tidak boleh dikesampingkan.

“Kehadiran saya di sini adalah sebagai pengawas dan koordinator di tingkat kecamatan untuk menjamin program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berjalan sesuai standar kesehatan. Bukan hanya higienitas makanannya saja yang kita jaga, tetapi masalah pengelolaan limbah atau IPAL juga harus diperhatikan secara serius,” tegasnya.

Selama proses peninjauan, Kepala SPPG Desa Wawasan, Dani, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kendala teknis yang sempat terjadi di lapangan. Pihaknya berjanji akan segera melakukan pembenahan terhadap sistem pembuangan air limbah dapur produksi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul. Kami akan segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang ada agar setiap saluran air yang dialirkan benar-benar memenuhi standar baku mutu kesehatan. Terima kasih atas perhatian dan masukan dari semua pihak, ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan kami ke depan,” ujar Dani.

Dari hasil peninjauan langsung di lokasi, Kepala UPT Puskesmas Tanjung Sari, Agung turut menjelaskan bahwa infrastruktur IPAL di Dapur SPPG Wawasan sebenarnya sudah dibangun, namun saat ini memang masih dalam fase proses penyempurnaan (finishing).

Ia memberikan beberapa rekomendasi teknis agar pembuangan limbah sisa produksi tidak merusak ekosistem atau mencemari lingkungan pemukiman warga.

Status Infrastruktur IPAL masih dalam proses pembangunan/penyempurnaan. Sistem aliran perlu perbaikan sistem pemisahan agar sedimen dari bak penampung (pending) terpisah dengan sempurna.

Tahap Akhir (Output) Wajib melalui proses filtrasi akhir yang optimal sebelum air sisa dibuang ke badan air umum.

“Kami meminta kepada pihak pengelola SPPG Wawasan, khususnya yang bertanggung jawab atas pengelolaan limbah, untuk memberikan perhatian ekstra. Tujuannya agar aktivitas produksi harian tidak mengubah lingkungan awal. Kita harus memastikan bahwa program pemenuhan gizi ini berjalan di dalam lingkungan yang juga ramah lingkungan”, pungkas Agung.

Dengan adanya evaluasi bersama ini, Satgas SPPG Tanjung Sari berharap Dapur Gizi Desa Wawasan dapat menjadi percontohan program MBG yang tidak hanya sukses menutrisi masyarakat, tetapi juga nihil dampak negatif terhadap sanitasi lingkungan sekitar.(Red).

Loading