PATRAINDONESIA.COM, (JAKARTA) – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Edgar Joshua Silalahi, menilai pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengenai pelibatan TNI dalam pengamanan kilang minyak serta rencana penambahan personel di tiga wilayah sebagai langkah yang berlebihan dan tidak memiliki pijakan hukum yang jelas.
Edgar menegaskan bahwa negara masih menjunjung prinsip supremasi sipil, sehingga pembagian kewenangan dalam sektor keamanan harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Menurut dia, pengamanan objek vital nasional bukan merupakan domain operasi TNI.
“Ranah pengamanan itu bukan urusan TNI. Objek vital negara sudah memiliki sistem keamanan sendiri dan ada kepolisian. Menhan jangan sembarangan mengatur negara,” ujar Edgar.
Ia juga menilai pernyataan Menhan yang memasukkan objek vital negara ke dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai kekeliruan yang tidak sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku.
“Tidak ada dasar hukumnya. UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI hanya mencantumkan 14 pasal, revisinya menjadi 16 pasal, dan tidak satu pun secara eksplisit menyebut objek vital negara atau kilang minyak sebagai bagian dari OMSP. Jadi, pernyataan itu seharusnya ditarik kembali,” tegasnya.
Lebih jauh, Edgar meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menegur Menhan agar tidak melampaui batas kewenangannya. Ia menilai kecenderungan pendekatan militeristik mulai tampak dan berpotensi mengganggu tatanan sipil.
“Kami meminta Presiden Prabowo menegur Menteri Pertahanan agar tidak mengelola negara dengan pendekatan militeristik. Jika ini dibiarkan, akan memunculkan gelombang protes karena ranah sipil mulai diambil alih,” tutur Edgar.
Ia menambahkan bahwa sejak Sjafrie Sjamsoeddin menjabat sebagai Menhan, ruang sipil mulai terasa terusik dan memicu diskursus baru yang memunculkan keresahan publik.
“Semangat reformasi yang selama ini menegaskan batas antara ranah sipil dan militer kini mulai terganggu. Ini menjadi perdebatan baru yang tidak sehat bagi demokrasi,” kata Edgar.
![]()

