KODIKARYA, Inovasi Hisam Wibowo Perluas Pemasaran Produk Warga Binaan

Daerah56 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya menggelar pelatihan pemasaran hasil karya warga binaan melalui platform digital bagi petugas dan warga binaan se-Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemasaran yang berkelanjutan melalui kolaborasi digital dan kemitraan strategis.

Pelatihan tersebut dibuka di Aula Lapas Perempuan Palangka Raya, Selasa (20/10), sebagai bagian dari implementasi proyek perubahan bertajuk Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.

Program ini dikembangkan dalam rangka mendukung Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diikuti Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo.

Kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah Hensah beserta jajaran, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah Rahmawati beserta jajaran, kepala unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya, serta petugas dan warga binaan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Hisam memperkenalkan KODIKARYA sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil karya warga binaan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk.

Melalui program tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem pemasaran yang terintegrasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan dukungan kemitraan strategis.

“Kami ingin hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi produk pelatihan, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan secara berkelanjutan. Dengan KODIKARYA dalam pemanfaatan platform digital dan dukungan mitra strategis, petugas maupun warga binaan dapat meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta mempersiapkan diri untuk mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Hensah mengapresiasi inovasi KODIKARYA yang dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan. Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan daya saing produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami mendukung langkah inovatif ini, pemanfaatan teknologi digital harus menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga meningkatkan daya saing produk,” ucap Hensah.

Dukungan serupa disampaikan Rahmawati. Menurutnya, platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dan berbagai pihak terkait.

“Kami berharap pelatihan ini dapat membekali petugas dan warga binaan dengan pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan peluang berkembang sesuai dengan program KODIKARYA,” ujar Rahmawati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta pelatihan secara simbolis kepada perwakilan petugas dan warga binaan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan strategi pemasaran digital, mulai dari pengenalan produk, penyusunan konten promosi, hingga pengembangan jaringan pemasaran dan kemitraan.

KODIKARYA diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat pemasaran hasil karya warga binaan, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang kemandirian ekonomi bagi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat. (*)

Loading

Tinggalkan Balasan