PATRAINDONESIA.COM (Lampung Selatan) – Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) menggelar UIMandiri GLOBAL Insight – 2nd Series dengan menghadirkan Prof. Lap Yan Kung dari The Chinese University of Hong Kong sebagai pembicara utama.
Kegiatan internasional yang mengusung tema “Toward an Ecological Peace Movement: A Post-Colonial Lens” ini dilaksanakan di Gedung Auditorium Universitas Indonesia Mandiri dan diikuti oleh jajaran civitas akademika serta mahasiswa UIMandiri.
Rektor UIMandiri, Dr. Rustono Farady Marta, M.Med.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Kung memberikan perspektif baru sekaligus membuka jembatan intelektual yang bermakna antara Hong Kong dan Lampung Selatan, antara keilmuan global dan pengalaman lokal.
Menurut Rektor, tema perdamaian ekologis mengajak sivitas akademika melihat ekologi secara lebih luas, tidak hanya soal hutan, sungai, dan konservasi, tetapi juga tentang bagaimana manusia memandang dunia, saling berhubungan, mengonsumsi, berproduksi, dan memaknai kemajuan.
Dalam forum ini diperkenalkan tiga konsep utama yakni Aesthetic Literacy, Kenotic Capital, dan Lifestyle Politics sebagai ajakan reflektif tentang menjadi manusia seperti apa melalui cara kita melihat, hidup, berbagi, dan merawat dunia bersama.
Rektor juga mengaitkan tema tersebut dengan semangat UIMandiri GLOBAL yakni Gratitude, Locality, Outreach, Bravery, Adaptability, dan Literacy. Baginya, menjadi Global Ready bukan berarti meninggalkan identitas lokal, melainkan mampu memahami lokalitas dan membawa kearifan lokal Lampung Selatan ke dalam percakapan global yang lebih luas.
Mengutip refleksi Dietrich Bonhoeffer tentang tanggung jawab sosial, Rektor menegaskan bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan kehadiran keadilan, tanggung jawab, martabat, dan kepedulian. Perdamaian ekologis menuntut peninjauan ulang gaya hidup, praktik ekonomi, pilihan estetika, serta hubungan manusia dengan sesama dan dengan bumi.
“Universitas harus menjadi ruang di mana pengetahuan bertemu hati nurani, keilmuan bertemu masyarakat, dan gagasan bertemu aksi,” ujarnya.
Melalui GLOBAL Insight Seri ke-2 yang digelar di auditorium kampus ini, UIMandiri berharap dialog antara keilmuan global dan kearifan lokal dapat menginspirasi sivitas akademika untuk berkontribusi pada masa depan di mana manusia dan alam tidak harus saling bersaing.(***/Red/PI).
![]()



