Kepercayaan Publik terhadap Polri Capai 82,4 Persen di Momen HUT Bhayangkara ke-80

TNI-POLRI366 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung di tengah capaian tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mencapai 82,4 persen. Angka tersebut merujuk pada hasil survei Litbang Kompas dan menjadi salah satu indikator persepsi masyarakat terhadap kinerja institusi kepolisian.

Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli tahun ini mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Tema tersebut menegaskan arah pengabdian Polri dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban sebagai prasyarat berlangsungnya aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.

Selama delapan dekade berdiri, Polri menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Stabilitas keamanan yang terjaga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menanggapi capaian kepercayaan publik tersebut, Sandri menilai kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berperan dalam mendorong perubahan di lingkungan internal kepolisian. Menurut dia, pembenahan dilakukan pada aspek budaya kerja, kultur organisasi, hingga mental personel.

“80 tahun usia yang sudah harus mapan dalam segela aspek dan ini terbukti Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berhasil membenahi hal hal yang paling fundamental, yakni budaya kerja, kultural aparatur serta mental personil sehingga dicintai oleh rakyat,” ucap Sandri.

Ia mengatakan peningkatan kepercayaan publik merupakan bagian dari sejumlah capaian yang diraih Polri selama masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kesuksesan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlihat dari kemampuannya menjaga stabilitas keamanan nasional selama masa transisi politik dan keberhasilannya membawa Polri kembali meraih tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Dedikasi dan kinerjanya membuat Presiden Prabowo Subianto mempertahankan posisinya sebagai Kapolri,” ujarnya.

Sandri menambahkan, pengalaman Jenderal Listyo Sigit Prabowo di berbagai posisi strategis di tubuh Polri menjadi modal dalam menjalankan agenda pembenahan institusi. Ia menilai komitmen tersebut tercermin dari upaya memperkuat profesionalisme aparat, membangun budaya kerja yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Loading