Sungai Cisedane Meluap. Pasokan Air Bersih di BSD City Mati

Patra News665 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tangerang) – Akibat banjir yang terjadi di Sungai Cisedane, beberapa wilayah di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan terkena dampaknya. Luapan air sungai tersebut merendam permukiman hingga lebih dari satu meter.

“Air sungai meluap hingga sampai ke dada,” kata Sudin, salah seorang warga di Panunggangan Barat, Kota Tangerang.

Ia menceritakan, air meluap sejak dini hari kemarin, (Senin, 3/3/2025).

Demikian pula beberapa permukiman di kawasan Tangerang Selatan, juga terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Produksi Air Bersih Mati

Dampak lain yang dirasakan warga di kawasan permukiman elit BSD City, adalah pasokan air PAM yang terganggu. Hampir semua permukiman dan perkantoran yang kebutuhan air bersihnya dipasok dari Water Treatment Plant (WTP) Serpong dipastikan terganggu. Termasuk kawasan permukiman di Cluster Griya Loka.

“Dari pagi hingga petang ini air PAM belum mengalir. Kami tidak bisa mencuci pakaian dan piring kotor yang kita pakai makan sahur tadi,” tutur Hani yang tinggal di Griya Loka 1.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda mesin produksi air bersih di WTP Serpong dapat beroperasi.

Kepada warga, petugas Customer Service Sinar Mas Land yang mengaku bernama Ridwan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pasokan air tersebut.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, perihal keluhan air mati/ tekanan air kecil saat ini. Diinformasikan bahwa sejak dini hari tadi sekitar jam 02.00 suplai air curah dari WTP Serpong – Perumdam TKR berhenti dikarenakan level sungai Cisadane naik drastis dan sampah-sampah menyebabkan gangguan produksi di WTP Serpong,” papar Ridwan kepada warga yang menanyakan matinya pasokan air tersebut.

“Sementara ini WTP Sampora juga sedang mengupayakan produksi tetap berjalan, tetapi debit produksi berkurang akibat gangguan sampah,” lanjutnya.

Ridwan menjelaskan, saat ini seluruh reservoir air di seluruh BSD tidak mendapat pasokan air. “Seluruh reservoir BSD tidak mendapatkan pasokan air sesuai kebutuhan sehingga kami menurunkan tekanan pompa distribusi. Air yang diterima warga akan mengecil/mati. Kami terus berkoordinasi dg Perumdam TKR mengenai gangguan ini. Semoga segera berangsur membaik,” pungkasnya. (Marully/Red/PI)

Loading