PATRAINDONESIA.COM (Purwakarta) Pergerakan tanah masif yang terjadi di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Saat ini, pergerakan tanah itu terus menunjukkan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.

Pergerakan tanah itu membuat tanah retak menganga, dan bahkan permukaan tanah bergerak ke arah bawah seperti tanah longsor. Sehingga mengakibatkan sedikitnya 26 rumah warga ambruk dan terbawa arus gerakan tanah tersebut.
Dari vidio warga yang diunggah ke media sosial tampak pergerakan tanah tersebut. Warga terdengar berteriak-teriak mengingatkan keluarga mereka agar hati hati jangan sampai tertimpa rumah yang roboh silih berganti. Rumah tersebut roboh karena tanah tempat rumah tersebut berdiri bergerak longsor ke arah yang lebih rendah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat memperingatkan bahwa potensi bahaya dapat meluas hingga ke objek vital nasional, yaitu Tol Cipularang, yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi terdampak.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Purwakarta melakukan pengamatan langsung pada Sabtu (14/6/2025) pagi dan menemukan bahwa tanah di wilayah tersebut masih aktif bergerak secara masif.
Akibat pergerakan ini, sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga ambruk, dan akses jalan penghubung antarwilayah turut terdampak sehingga mobilitas warga terganggu.
Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyampaikan kepada wartawan bahwa pergerakan tanah yang sangat masif tersebut menjadi kekhawatiran serius. Salah satu kekhawatiran yang paling serius adalah jika tanah bergerak itu menerjang jalan tol yang melintang di kawasan itu. (*/Red/PI)
![]()





