oleh

DPC PRAHIPTI Bekasi Tegaskan Netralitas dan Komitmen Terhadap Kesehatan Mental Masyarakat

-Organisasi-766 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PRAHIPTI Bekasi, diwakili oleh Ketua DPC, Nafisah Sri Maryati, S.Psi.CH.Cht, menegaskan posisi lembaganya yang netral dan tidak terikat pada partai politik manapun.

Namun, DPC PRAHIPTI membuka pintu bagi semua partai yang berkomitmen untuk bekerja sama dalam upaya meningkatkan kesehatan mental dan edukasi masyarakat.

Dalam kesempatan bertemu dengan jajaran pengurus DPC PRAHIPTI Bekasi, Ibu Nurul Sumarhenni, S.Ag, anggota pasangan calon (Paslon) 2 yang diusung oleh koalisi besar NASDEM dan Golkar, menyampaikan keprihatinannya mengenai maraknya isu kekerasan seksual di wilayah Bekasi.

Pertemuan ini berlangsung di sela-sela workshop di Rumah Makan Wulan Sari pada Minggu, 20 Oktober 2024.

Nurul mengajak DPC untuk bersinergi dalam menghadapi fenomena ini melalui gerakan nyata, termasuk mengawal proses peradilan dan memberikan pendampingan kepada korban.

Menyambut baik ajakan tersebut, DPC PRAHIPTI berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat, terutama dalam melek kesehatan mental.

Dengan sinergi antara DPC PRAHIPTI Bekasi dan pemerintah, diharapkan dapat mengatasi masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta membangun ketahanan mental masyarakat sebagai langkah perlindungan dari kejahatan semacam itu.

Dalam konteks ini, penting untuk membantu korban yang selama ini memilih untuk diam karena berbagai alasan, seperti intimidasi atau rasa malu.

DPC PRAHIPTI ingin mendorong keberanian para penyintas untuk berbicara, sehingga tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat ditekan, bahkan diharapkan dapat mencapai angka nol.

Dr. HC. H. M. Asep Bruder, AMK, CHT, Bendahara DPC Bekasi PRAHIPTI, dan Dr. Ahmad Baihaqi, M.Kes.CHT, Wakil Ketua DPC PRAHIPTI Bekasi, mengungkapkan bahwa hipnoterapi merupakan solusi cepat untuk membantu pemulihan mental korban pelecehan seksual. Metode ini dianggap efektif dalam mengatasi trauma yang dialami oleh para korban.

Yekti Andriani, ST, Sekretaris DPC PRAHIPTI Bekasi, dan Inne Kusumawati, S.Psi, Humas DPC PRAHIPTI Bekasi, menekankan bahwa anak-anak dan perempuan adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak pelecehan seksual dan kekerasan.

Pendampingan yang tepat diperlukan untuk mencegah dampak traumatis yang dapat menghambat masa depan mereka, dengan penerapan metode hipnoterapi, dukungan psikologis, dan hipnopuntur.

Dengan tekad yang kuat, DPC PRAHIPTI Bekasi berkomitmen untuk menjadi lembaga terdepan dalam menanggulangi isu-isu terkait perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi semua.

 

Loading