oleh

Aktivis Ingatkan Pengelola MBG Perhatikan Kualitas Makanan dan Pengelolaan Limbah

-Organisasi-183 Dilihat

Edi Susanto Sekertaris Bravo Mawar Hijau DPD Lampung 

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Aktivis lingkungan hidup, Edi Susanto Bravo Mawar Hijau DPD Lampung yang akrab disapa Cak Edi, mengingatkan pengelola fasilitas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak hanya memperhatikan kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ia menilai, kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus melindungi masyarakat.

Menurut Cak Edi, program MBG memiliki tujuan positif dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan. Namun, ia menegaskan bahwa kualitas makanan harus menjadi prioritas utama agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kualitas makanan harus benar-benar dijaga, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian. Program MBG harus memastikan makanan yang diberikan sehat, higienis, dan layak konsumsi,” ujar Cak Edi, Jumat (27/2/2026).

Selain kualitas makanan, Cak Edi menekankan pentingnya pengelolaan limbah dari aktivitas pengolahan makanan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan dapur dalam program MBG berpotensi menghasilkan limbah cair, sisa bahan makanan, serta zat organik lainnya yang memerlukan pengolahan khusus.

Menurutnya, kesalahan dalam pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat menimbulkan dampak langsung terhadap masyarakat, seperti munculnya bau tidak sedap dan potensi pencemaran lingkungan.

“Program MBG memang sangat bermanfaat, tetapi pengelolaan limbah juga tidak boleh diabaikan. Jika IPAL tidak dijalankan sesuai prosedur, limbah yang dihasilkan bisa menimbulkan ketidaknyamanan bahkan berdampak pada kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa IPAL memiliki peran penting dalam mengolah limbah agar aman sebelum dibuang ke lingkungan. Cak Edi juga menegaskan bahwa pengelola MBG perlu memastikan sistem IPAL dioperasikan oleh tenaga yang memiliki kompetensi teknis. Selain itu, perawatan dan evaluasi berkala harus dilakukan untuk menjaga kinerja instalasi tetap optimal.

“Pengelolaan makanan yang baik harus sejalan dengan pengelolaan limbah yang baik pula. Keduanya merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan program MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cak Edi menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan investigasi ke sejumlah fasilitas MBG untuk memastikan pengelolaan limbah telah berjalan sesuai standar lingkungan.

“Kami akan melakukan investigasi ke seluruh MBG. Jika ditemukan pengelolaan limbah yang belum berjalan dengan baik, kami akan berupaya menjalin kerja sama dan membantu dalam penanganan limbah agar pengelolaannya sesuai dengan standar IPAL,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut bertujuan untuk mendorong perbaikan sistem pengelolaan limbah sekaligus mendukung keberlangsungan program MBG agar tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, Cak Edi juga mendorong pengelola MBG untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, keterbukaan informasi serta respons cepat terhadap keluhan warga menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Ia juga berharap adanya pengawasan dari pihak terkait guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan lingkungan. Ia menilai, keberhasilan program tidak hanya diukur dari manfaat sosial, tetapi juga dari komitmen menjaga kualitas lingkungan.

“Masyarakat tentu mendukung program yang bertujuan meningkatkan gizi. Namun, kualitas makanan dan pengelolaan limbah harus sama-sama diperhatikan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi semua pihak,” tambahnya.

Sejumlah warga berharap kegiatan MBG dapat terus berjalan dengan memperhatikan standar kebersihan, kualitas makanan, serta pengelolaan limbah yang baik sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.(Asen/Red/PI).

Loading