PATRAINDONESIA.COM (TAMIANG LAYANG) – Proyek food estate merupakan salah satu proyek vital nasional. Karena itu, pelaksanaannya menjadi prioritas.
Terlebih posisi Barito Timur, jika berhasil menjadi lumbung pangan, maka akan menjadi penyangga ibukota negara (IKN) yang secara resmi sudah berpindah ke Nusantara di Kalimantan Timur.
Dalam kaitan dengan proyek penyiapan infrastruktur untuk food estate di Barito Timur, Pemerintah melalui program dana DAK dan APBD telah membayar uang muka kepada kontraktor PT. Tiar Nauli Jaya Makmur.
“Uang muka sudah kita berikan pada periode awal kontrak, sementara waktu pelaksanaan tersisa kurang dari 2 bulan lagi,” ujar Kepala Dinas PUPR Barito Timur, Yumail.
Yumail menjelaskan, Surat Peringatan terhadap keterlambatan ini berdasarkan fakta, bukan dengan asumsi.
“Di sini kita menyatakan keterlambatan pekerjaan berdasarkan data dan fakta pelaksanaan, bukan dengan asumsi. Deviasi Negatif yang cukup besar tentu menunjukan bahwa ada persoalan yang serius dari implementasi pelaksanaan yang dilakukan oleh PT. Tiar Nauli Jaya Makmur terhadap proyek ini,” papar Yumail.
Yumail mengaku, dirinya bingung menghadapi kontraktor yang tidak mengalami progres meski sudah dia kali diberi surat peringatan.
“Bingung juga kita, kita kasih waktu perbaikan kinerja 10 hari, tapi yang bersangkutan bekerja seperti rutinitas biasa. Seolah-olah tidak dalam kondisi yang mendesak, untuk mencapai fisik 30%. Seharusnya pekerjaan perkerasan sudah harus diselesaikan sepanjang 3,2 Km. Tapi pasokan material harian ke lokasi saja tidak rutin dilakukan bahkan peralatan mekanis yang digunakan sering mengalami kerusakan, bagaimana mau bekerja maksimal kalo tidak ditunjang sumber daya yang memadai ” katanya lagi.
Kata dia lagi saya sudah beberapa kali meninjau secara langsung ke lapangan. Bahkan waktu itu langsung monitoring ke lokasi bersama Bapak Pj. Bupati.
“Saya sudah beberapa kali meninjau langsung ke lapangan bahkan waktu itu langsung monitoring dengan Bapak Pj. Bupati. Namun pola kerja yang bersangkutan sama sekali tidak ada perubahan, tidak sebanding dengan pengerjaan proyek ruas Pianggu – Lalap yang saat ini sudah tahap akhir yaitu pengaspalan. Selama ini unsur teknis telah melaksanakan pengawasan dan pengendalian intens dilokasi pekerjaan sesuai instruksi saya, saya akan evaluasi setiap hari kinerja PT. TNJM, saat ini saya berikan kesempatan berbaikan kinerja kedua kepada yang bersangkutan “Jika yang bersangkutan masih tidak mampu memperbaiki kinerja maka pemutusan kontrak sebagai langkah terakhir akan saya pertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Yumail.
Sementara media ini menghubungi managemen pihak PT. Tiar Nauli Jaya Makmur namun tidak tersambung. (Mardianto / Red / Pi)
![]()


